
JAKARTA, kabarSBI.com – Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara mengungkapkan bahwa kemacetan parah yang kerap terjadi di Jalan Raya Cakung-Cilincing (Cacing) disebabkan oleh lonjakan signifikan volume barang impor di Pelabuhan Tanjung Priok.
Faktor ini memicu tingginya intensitas pergerakan truk kontainer dalam waktu yang bersamaan. Peningkatan aktivitas bongkar muat komoditas impor di pelabuhan berdampak langsung pada jaringan jalan penyangga. Jalan Cacing, sebagai jalur logistik utama, harus menampung arus kendaraan berat dengan volume yang melebihi kapasitas normal jalan.
Sudinhub Jakarta Utara sendiri telah memperketat pengawasan dan menerapkan rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Cakung-Cilincing untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi akibat tingginya aktivitas angkutan peti kemas di kawasan tersebut.
“Kami melakukan pemantauan secara intensif dan menempatkan personel di sejumlah titik sejak terjadi penumpukan kendaraan.” jelas Rudy Saptari Sulesuryana, Kepala Sudinhub Jakarta Utara seperti dilansir situs resmi pemprov DKI jakarta, Jumat, 24/7/2026.
Menurutnya, Lalin di Jl Raya Bekasi dan Cakung Cilincing Kembali Terurai. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama dua hari terakhir mulai memberikan dampak positif terhadap kelancaran arus kendaraan.
“Menyikapi kemacetan di ruas Jalan Cakung-Cilincing, sejak kemarin kami telah melakukan rekayasa lalu lintas, terutama pada jam sibuk. Hingga pukul 19.00, arus kendaraan dari arah utara (Tanjung Priok) menuju selatan maupun sebaliknya terpantau kembali lancar,” ujarnya.
Rudy menjelaskan, ketika volume kendaraan mengalami peningkatan, petugas langsung menerapkan rekayasa lalu lintas dengan melakukan penutupan jalan sementara mulai pukul 16.30 WIB. Penutupan putaran balik (U-turn) juga dilakukan di sejumlah titik yang dinilai krusial, salah satunya di kawasan Babek TNI, Rorotan.
Setelah kondisi arus lalu lintas kembali normal, titik putaran balik tersebut dibuka kembali. Pemantauan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan kembali.
“Setelah arus lalu lintas kembali normal, titik U-turn pun dibuka kembali. Kami akan lakukan pemantauan kembali hari ini. Jika kembali terjadi kepadatan, rekayasa lalu lintas secara situasional akan diberlakukan,” terangnya.
Tingginya volume impor
Menurutnya, kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Cakung-Cilincing dipicu ketidakseimbangan arus logistik di pelabuhan. Tingginya volume impor yang tidak diimbangi dengan aktivitas ekspor menyebabkan penumpukan peti kemas di pelabuhan maupun depo.
“Kondisi ini kemudian berdampak pada meningkatnya antrean panjang kendaraan truk di ruas jalan utama,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, lanjut Rudy, Sudinhub Jakarta Utara mengarahkan pengemudi truk untuk menunggu di Terminal Tanah Merdeka apabila terjadi antrean panjang menuju depo.
“Hal ini dilakukan agar badan jalan tetap dapat dilalui kendaraan lain dan tidak tertutup oleh antrean truk,” bebernya. (min/r/as)