Pemalang, kabarSBI – Program peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, menjadi sorotan positif setelah dilaksanakan melalui kerja sama erat antara TNI dan masyarakat. Pada Minggu, 5 Oktober 2025 pukul 09.30 WIB, Babinsa bersama warga setempat turun langsung ke lapangan untuk memperbaiki saluran irigasi yang menjadi tulang punggung produktivitas pertanian. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan aliran air ke lahan sawah kembali optimal, sekaligus mencegah kerusakan lanjutan akibat sedimentasi dan kebocoran.
Keterlibatan TNI AD melalui aparat Babinsa tidak hanya memperkuat tenaga kerja lapangan, tetapi juga menghadirkan kepemimpinan yang efektif di tengah kegiatan gotong royong. Masyarakat sekitar merespons antusias karena mereka merasakan langsung manfaat dari perbaikan infrastruktur irigasi yang selama ini menjadi penunjang kehidupan ekonomi desa. Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan pembangunan partisipatif yang menempatkan warga sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima manfaat.
Gotong royong tersebut juga menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan menggerakkan warga secara terpadu, pekerjaan teknis seperti pengerukan saluran, penguatan dinding irigasi, dan pembersihan jalur air dapat berlangsung lancar dan terarah. Kehadiran Babinsa meminimalkan kendala koordinasi sekaligus menjaga semangat kebersamaan agar tetap tinggi hingga pekerjaan selesai.
Dampak rehabilitasi jaringan irigasi ini diyakini tidak hanya dirasakan secara jangka pendek, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi para petani. Saluran air yang lebih bersih dan terkelola akan mendukung peningkatan produksi komoditas pangan serta mengurangi kerentanan terhadap musim kemarau. Kegiatan semacam ini juga membuka ruang bagi desa lain untuk mencontoh model sinergi antara aparat TNI dan masyarakat.
Agung Sulistio, Pimpinan Redaksi SBI, menyampaikan apresiasi tinggi kepada TNI AD atas keterlibatan langsung mereka di tengah masyarakat kecil. Ia menegaskan bahwa TNI telah membuktikan komitmennya sebagai kekuatan sosial yang hadir bukan hanya saat krisis, tetapi juga dalam pembangunan keseharian rakyat. Menurutnya, dedikasi seperti ini yang membuat TNI tetap melekat kuat di hati masyarakat pedesaan dan layak mendapatkan penghargaan publik. (tim liputan)
