oleh

TPS Luas, Alat Angkut Lengkap, PT Airin Kian Fokus Tingkatkan Layanan Prima di Pabean Tanjung Priok

TPS Luas, Alat Angkut Lengkap, PT Airin Kian Fokus Tingkatkan Layanan Prima di Pabean Tanjung Priok 1
Ilustrasi. Reach Stacker dan sarana kontainer

JAKARTA, kabarSBI.com – PT Indonesia Air & Marine Supply atau Airin Logistics adalah perusahaan jasa logistik yang bergerak di bidang usaha jasa logistik dan pergudangan atau warehousing.

Dalam mengembangan usahanya PT. Indonesia Air & Marine Supply (Airin) bergerak pada tujuan dan misi penting yang membawa perusahaan untuk tetap fokus pada upaya kemajuan dan keberhasilan usahanya demi mendorong kemajuan perekonomian nasional.

PT Airin berdiri sejak tahun 1970 dan merupakan salah satu anak perusahaan BUMN PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero) yang beroperasi pada lokasi strategis dalam wilayah kerja kantor (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok Jakarta.

Pada tahun 1993, Menteri Perindustrian Hartarto, juga meresmikan fasilitas gedung kantor, depo peti kemas dan gudang konsolidasi PT Airin.

Sebagai perusahaan terunggul dalam kegiatan penyediaan tempat penimbunan sementara (TPS) di wilayah kerja pabean pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, PT Airin saat ini telah memiliki peralatan dan fasilitas guna menunjang kegiatan bisnisnya.

TPS Luas, Alat Angkut Lengkap, PT Airin Kian Fokus Tingkatkan Layanan Prima di Pabean Tanjung Priok 2
Dirut PT Airin, Rudolf Valintino.

Dirut PT Airin, Rudolf Valintino mengemukakan, sebagai anak usaha BUMN, perusahaan telah menerapkan good corporate & governance (GCG) dalam manajemennya.

“Kerjasama PT Airin dengan mitra kerja termasuk dengan PT Pelabuhan Indonesia II dan para pengelola terminal peti kemas (JICT, TPK Koja, NPCT-1, MAL dan Terminal 3 Pelabuhan Priok) selama ini juga berjalan harmonis,” ujar Rudolf, baru-baru ini.

Rudolf menjelaskan, untuk mendukung operasional PT Airin telah memiliki peralatan berupa 5 unit Reach Stacker dengan kapasitas masing-masing 45 Ton, serta 12 unit Forklift dengan rincian 5 unit Forklift dengan kapasitas masing-masing 3 Ton, 5 unit Forklift berkapasitas masing-masing 2,5 Ton dan 2 unit Forklift berkapasitas masing-masing 7 Ton.

Selain itu, juga memiliki lapangan penumpukan seluas 33.615 m2, pergudangan (warehouse) 6.442 m2, reefer plugging 150 unit, fasilitas area pemeriksaan kontainer serta lapangan penumpukan untuk barang berbahaya atau dangerous goods (DG).

“Sejak beberapa tahun lalu, seluruh lapangan TPS Airin juga telah menerapkan auto gate system sesuai dengan aturan bea dan cukai,” paparnya.

Diversifikasi Bisnis

PT Airin, kini fokus mengembangkan diversifikasi bisnis usaha-usaha masa depan secara konsisten termasuk antara lain; menjadi terminal operator untuk multipurpose terminal pelabuhan-pelabuhan strategis di daerah berkembang termasuk wilayah Semarang, Surabaya, Banjarmasin dan Batam.

Kemudian, menjadi Shipping Company/EMKL professional dari hulu ke hilir melayani terutama Dok Kodja Bahari dan Krakatau Steel.

Selain itu, menyediakan perangkat heavy equipment untuk PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero).

Sebagai anak usaha BUMN, imbuhnya, PT Airin berkomitmen penuh untuk mendukung perusahaan induknya yakni PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari.

PT Airin juga telah mengantongi izin sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP). “Saat ini kami akan terus fokus pada pengembangan bisnis disektor pelabuhan dan diversifikasi bisnis logistik mengikuti kemajuan teknologi yang konsisten,” ucap Rudolf.TPS Luas, Alat Angkut Lengkap, PT Airin Kian Fokus Tingkatkan Layanan Prima di Pabean Tanjung Priok 3
Visi & Misi PT Airin:
Perseroan memiliki VISI Menjadi Perusahaan Unggulan Dalam Jasa Kepelabuhanan dan Jasa Logistik Berstandar Kelas Dunia di Indonesia.

Adapun MISI-nya, yakni Mampu Memberikan Solusi dan Layanan Terbaik Dalam Jasa Kepelabuhanan dan Logistik Bagi Seluruh Pelanggan.

Tujuan perusahaan secara umum adalah turut berperan dalam kegiatan ekonomi nasional melalui kegiatan usaha logistik. Peran ini dilaksanakan melalui kegiatan usaha yang mendukung kelancaran arus barang domestik maupun ekspor impor.

Selaku entitas badan usaha adalah mendapat laba untuk menjaga kesinambungan dan pertumbuhan perusahaan, sehingga mampu memberi manfaat kepada pemangku kepentingan (stake holders) yakni : Pemegang Saham (dividen), Pemerintah (pajak), Karyawan (peningkatan kesejahteraan), dan Lingkungan (lapangan kerja dan perbaikan kondisi lingkungan sosial).(logistiknews.id)

Kabar Terbaru