
Saat ditemui awak media di Kajen, Selasa, Sukirman menyampaikan bahwa dirinya belum menerima informasi resmi mengenai peristiwa tersebut.
“Belum tahu,” kata Sukirman singkat.
Kabar mengenai dugaan OTT yang disebut melibatkan kepala daerah itu telah beredar di media sosial sejak pagi hari. Sejumlah foto dan video yang memperlihatkan aktivitas penyegelan kantor dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan turut tersebar di berbagai platform.
Namun hingga siang hari, belum ada pernyataan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait detail maupun pihak-pihak yang terlibat dalam operasi tersebut.
Sukirman menambahkan, dirinya masih akan melakukan pengecekan dan menunggu informasi resmi dari pihak terkait.
Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, proses pengumpulan informasi masih berlangsung.
(red)