WALI KOTA JAKUT MARAH, PROYEK PHB SUNTER JAYA TAK SESUAI SPEK

Wali Kota Jakarta Utara, Husein Murad.

JAKARTA, KABARSBI.com – Proyek pemasangan Uditch pada saluran penghubung (PHB) di Jalan Mandor Iren, Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara diduga tek sesuai spek dalam kontrak kerja. Seharusnya, proyek tersebut menggunakan landasan atau urugkan pasir agar posisi uditch stabil.

Wali Kota Jakarta Utara, Husein Murad menegaskan agar proyek tersebut harus sesuai dengan ketentuan.

“Tidak boleh seperti itu, harus sesuai spek,”kata Husein Murad kepada wartawan, Kamis (31/5/2018).

Informasi yang dihimpun dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, diketahui proyek dalam program pengendalian banjir dengan nama kegiatan pembangunan saluran, saluran penghubung dan kelengkapannya diwilayah Kota Administrasi Jakarta Utara tersebut dianggarkan dengan pagu sebesar Rp 83 milyar lebih.

Sebelumnya Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara, Santo mengaku bahwa pemasangan Udith saluran di Jalan Mandor Iren, Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok tak memakai urugan pasir.

Menurut Santo, tak pakainya urugan pasir tersebut lantaran kondisi tanah sisi saluran sudah padat. “Untuk pasir urug tidak ada karena struktur tanah sudah padat,”ujar Kasudin SDA Jakut, Senin (25/5/2018) lalu.

Jika suatu saat sisi saluran uditch ables akibat tak pakainya pasir, menurut Santo akan dilakukan perbaikan ulang. “Kan masih ada masa pemeliharan dan ini juga belum dibayar,” jawabnya.

Sebelumnya, proyek pemasangan uditch yang dikerjakan oleh PT DKI yang beralamatkan di Cengkareng, Jakarta Barat tersebut diketahui tak memakai lantai dasar yang berfungsi sebagai landasan uditch saluran.

Selain itu, urugan pasir pada sisi uditch pun diganti dengan tanah bekas galian saluran. Bahkan, pada proyek tersebut tak tampak pagar pengaman dan juga manajemen dan keselamatan lalu lintas seperti yang tertera pada spesifikasi di laman website Pemprov DKI. (sbi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.