
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Karakter Rabbani Melalui Keteladanan Nabi, Merawat Persaudaraan untuk Kemaslahatan Bersama” tersebut digelar pada Selasa malam di lingkungan RT 05/RW 02 Dusun Buahgama.
Rangkaian kegiatan berlangsung lancar berkat kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat. Mulai dari persiapan tempat, pemasangan tenda, konsumsi, hingga dekorasi dilakukan secara bersama-sama oleh warga.
Dalam sambutannya, Kang Yaya S.E. mengapresiasi semangat warga yang masih mempertahankan tradisi peringatan Maulid Nabi sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat tali silaturahmi.
“Peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekadar seremonial. Ini menjadi momentum bagi kita untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Dengan membangun karakter Rabbani, insyaAllah akan lahir masyarakat yang berakhlak, peduli, serta mampu menjaga persaudaraan demi kemaslahatan bersama,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kekompakan dan semangat gotong royong warga RT 05/RW 02 Dusun Buahgama.
“Inilah kekuatan kita. Kalau warga sudah kompak, insyaAllah apa pun bisa kita bangun bersama. Semoga persaudaraan dan semangat gotong royong seperti ini terus dirawat,” tambahnya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut diisi dengan pembacaan sholawat, ceramah keagamaan, serta doa bersama untuk keselamatan warga, masyarakat, dan bangsa Indonesia.
Sementara itu, Ketua RW Diding mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan antarwarga.
“Alhamdulillah, semua warga ikut turun dan terlibat. Ini menjadi bukti bahwa persaudaraan di Buahgama masih kuat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kang Yaya S.E. yang telah hadir dan memberikan motivasi kepada warga,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah bersama warga. Masyarakat berharap peringatan Maulid Nabi dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, mempererat persaudaraan, serta mempertahankan budaya gotong royong di lingkungan masyarakat.
(tim/red)