Warga Minta Gubernur DKI Cabut Izin Indomaret

Tempat kejadian roti kedaluwarsa di Indomaret Ruko Tower Dahlia, Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (foto: screenshot google maps)

JAKARTA, kabarSBI.com – Arthur Mumu, 41, salah seorang warga di Jakarta mendesak Gubernur DKI dan Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM), segerah mencabut izin usaha Indomaret. Hal disampaikan terkait dugaan penjualan barang kadaluwarsa yang dijual pihak Indomaret, di sebuah ruko Apartment Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

“Awalnya saya beli roti merk Mr. Bread, pada tanggal 12 Juni 2018, saya beli empat buah. Setelah saya bayar dan mendapatkan struk pembelian dari Indomaret selanjutnya saya konsumsi roti tersebut. Belum habis semua, saya merasa ada rasa yang berbeda setelah saya amati ternyata satu diantara roti tersebut telah kedaluwarsa,” kata Arthur kepada redaksi kabarSBI.com.

Artur, warga yang berprofesi sebagai wartawan mengungkapkan roti tersebut telah kedarluwarsa, seperti tertulis dalam kemasan Exp. 04/06/2018. Ia berharap kasus temuannya itu menjadi pelajaran dan pemerintah DKI Jakarta dapat melakukan tindakan tegas dengan mencabut izin usahanya.

“Saya meminta Gubernur DKI Bapak Anies Baswedan dan instansi Pengawas Obat dan Makanan di daerah, untuk mencabut izin usaha indomaret dan memberikan sanksi sesuai Undang – undang Nomor 8 Tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen,” desak Mumu.

Arthur Mumu menegaskan, barang kedaluarsa yang dijual pihak Indomaret merupakan pelanggaran hukum dan bisa terancam pidana.

“Untung saja saya tidak sampai sakit parah dan kehilangan nyawa atau mati. Kalau saya mati apakah pihak Indomaret bisa mengganti nyawa saya, dan bagaimana dengan barang (roti) yang sudah saya beli tidak dapat di konsumsi. Jelas ini merugikan,” tandasnya.

Arthur pun sedikit mengurai tentang perlindungan konsumen, bahwa pelaku usaha yang melanggar larangan berdasarkan Pasal 62 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen, teracam lima tahun penjara atau pidana denda dua miliyar rupiah.

Dirinya mengakui, makanan jenis Roti yang dibelinya di Toko Indomaret, sudah kadaluarsa dan tidak layak untuk dikonsumsi. Saat dikonsumsi roti tersebut, memang ada rasa sakit bagian perutnya dan diapun memilih untuk tidak pergi periksa kesehatan lantaran merasa tidak begitu parah. Ia lebih memilih membeli air kelapa (kelapa hijau,red) agar pencernaannya kembali normal.

“Meski Roti yang saya makan itu sekira 3 jam perut saya sakit, tapi saya masih menganggap rasa sakit tidak begitu parah hingga saya tidak pergi ke dokter untuk periksa kesehatan. Masalah ini harus diusut tuntas agar tidak terjadi kepada konsumen lain. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” pungkas Arthur, seraya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar berhati – hati dalam membeli produk makanan dan minuman dalam kemasan serta mengamati tanggal batas kadaluarsa barang.

Sebelumnya tim redaksi KabarSBI.com telah meminta penjelasan dari pihak Indomaret di Kelapa Gading dan pihak Indomaret mengakui atas kelalaiannya dan meminta maaf.

Kepala Toko Indomaret Kelapa Gading, Khaeriyah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya transaksi pembelian roti tersebut. Pihaknya berdalih tidak pernah menperdagangkan barang/makanan yang sudah kedaluwarsa.

“Kami tidak pernah menjual barang kadaluarsa. Kalaupun ada konsumen membeli barang kami yang sudah tidak layak dikonsumsi, mungkin karena kelalaian kami disini. Apalagi Roti yang dibeli itu bertulisan hadiah itu nanti kami lihat dan buktikan rekaman CCTV. Kami mohon jangan diperbesarkan masalah ini, kami mohon maaf dan kami akan mengganti barang yang dibeli disini,” kata kepala toko Indomaret, Gading Nias, Selasa (12/6/2018) lalu.

Tidak sampai disitu tim diminta pihak Indomaret Kelapa Gading untuk konfirmasi selanjutnya menghubungi Indomaret Pusat. Setelah terhubung dengan sambungan seluler, Asep, salah seorang Supervisor Indomaret di Kantor Pusat Indomarco, Ancol Jakarta Utara, meminta Arthur (konsumen) untuk menunjukan bukti berobat ke dokter.

“Kami tidak pernah jual barang kadaluarsa di seluruh Indonesia. Soal masalah konsumen kami sudah sampaikan ke pimpinan tertinggi perusahan. Indomaret tersebar di seluruh Indonesia dan tidak berani memperdagangkan barang kedaluarsa. Pimpinan tertinggi kami bilang, bapak harus buktikan dengan bukti hasil periksa kesehatan dari Dokter, baru bisa kami pertemukan dengan pimpinan tertinggi Indomarco,” jelasnya.

Pihaknya menyarankan, jika ada konsumen keracunan (sakit) dan merasa dirugikan lantaran membeli serta mengkonsumsi barang jualan di Toko Indomaret, wajib memberikan surat keterangan dari dokter.

“Tidak bisa kami pertemukan dengan pimpinan tanpa ada keterangan yang dikeluarkan dari dokter bahwa bapak telah keracunan atau sakit karena makan roti, akan kami biayai semua pengobatannya. Kemudian bisa dibicarakan bagaimananya,” jelas Asep, meminta tim bertemu dengannya di Kantor Pusat Indomarco, di Ancol.

Menurut Arthur Indomaret mengalihkan permasalahan karena yang dituntutnya adalah tanggungjawab perusahaan atas beredarnya makanan jenis roti yang telah kedaluarsa.

“Mereka mengalihkan saya pada roti yang saya makan berdampak kesehatan. Sudah saya jelaskan bahwa saya tidak terlalu mempermasalahkan kesehatan karena belum banyak roti yang saya konsumsi, satu saja belum habis. Dampaknya pun hanya sakit perut biasa saja karenanya saya tidak berobat kedokter. Tetapi yang saya tuntut adalah Undang Undang tentang perlindungan konsumen itu, karenanya saya minta Gubernur DKI Jakarta dan instansi terkait mencabut izin usaha Indomaret yang telah merugikan konsumen,” jelas Arthur seraya menegaskan akan melakukan upaya hukum. (tim)