PEMALANG, kabarSBI.com – Momen Hari Buruh Internasional (May Day) dimanfaatkan oleh Agung Sulistio untuk mengisi waktu bersama keluarga dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Umum Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT), Pimpinan Redaksi Kabarsbi.com, serta Ketua II DPP Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI), ia memilih berwisata ke destinasi lokal di Pemalang, Jawa Tengah, Pada Jumat, 1 Mei 2026.
Berlokasi di Jl. Anggur No. Raya, Bojongbata, Bojongnangka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, destinasi wisata Gatra Kencana hadir sebagai alternatif rekreasi rakyat yang terjangkau. Dengan konsep sederhana namun fungsional, tempat ini menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin menikmati liburan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Menariknya, wisata ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan pelaksanaan operasional yang melibatkan langsung masyarakat setempat. Model pengelolaan berbasis desa ini dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus membuka ruang partisipasi aktif warga dalam mengembangkan potensi lokal.
Dalam kunjungannya, Agung Sulistio mengapresiasi peran BUMDes dan masyarakat yang telah mengelola destinasi tersebut secara kolaboratif. Ia menilai bahwa keterlibatan warga bukan hanya memperkuat rasa memiliki, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Fasilitas yang tersedia pun cukup beragam, mulai dari area bermain anak, kolam renang, terapi ikan, hingga berbagai wahana permainan lainnya. Untuk tiket masuk, pengunjung dikenakan biaya Rp5.000 pada hari biasa dan Rp7.000 pada hari libur seperti momen May Day ini. Harga yang sangat terjangkau tersebut menjadikan wisata ini benar-benar ramah di kantong bagi semua kalangan.
Tidak hanya menjadi tempat rekreasi, keberadaan wisata ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Para pedagang lokal memanfaatkan tingginya kunjungan wisatawan untuk menjajakan berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, hingga cenderamata khas daerah.
Agung Sulistio menegaskan bahwa pengembangan wisata berbasis desa seperti ini perlu terus didorong. Selain memperkuat ekonomi kerakyatan, konsep ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan serta memberikan manfaat luas bagi berbagai lapisan masyarakat.
(red)




