oleh

Wujud Kepedulian Kepada Anak Yatim Piatu Korban Covid-19, Polda Jateng Luncurkan Program Aku Sedulurmu

-Daerah, Hukum-22 Dilihat

Wujud Kepedulian Kepada Anak Yatim Piatu Korban Covid-19, Polda Jateng Luncurkan Program Aku Sedulurmu 1SEMARANG, kabarSBI.com – Polda Jateng akan meluncurkan program Aku Sedulurmu. Program tersebut bentuk kepedulian terhadap anak yatim piatu yang ditinggal orang tua karena korban Covid-19.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengemukakan, program Aku Sedulurmu ini akan menyasar pada anak-anak korban Covid-19 dengan membantu biaya pendidikan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Kabid Humas menambahkan Polda Jateng akan membantu biaya pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di luar yang ditanggung oleh Pemerintah.

“Kami akan membantu biaya seragam dan sepatu juga untuk les tambahan. Biaya ini juga dapat dimanfaatkan secara flaksibel untuk tambahan kebutuhan alat tulis, buku, biaya praktek dan lain sebagainya,” jelas Kabid Humas Polda Jateng.

Kabid Humas Polda Jateng menambahkan jika ada keluarga, saudara ataupun tetangga yang menjadi yatim piatu akibat Covid-19 agar mendaftar segera ke Polres di wilayah masing-masing.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 per 20 Juli 2021 diketahui ada 11.045 anak menjadi yatim piatu, yatim atau piatu. Pada sisi lain jumlah anak yang terpapar Covid-19 sebanyak 350.000 anak dan 777 anak meninggal dunia.

Tingkat risiko anak sangat tinggi untuk terpapar Covid-19. Karena itu, pemerintah telah menetapkan kebijakan percepatan vaksinasi bagi anak-anak minimal usia 12 tahun.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menjelaskan bahwa Kementerian Sosial melalui Balai/Loka Rehabilitasi Sosial dan Pendamping Rehabilitasi Sosial telah mendapatkan laporan mengenai anak-anak by name by adress akibat ditinggal orang tua yang meninggal karena terpapar Covid-19.

“Sejauh ini data akurat by name by adress terkait anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena terpapar Covid-19 masih dalam proses pengumpulan oleh tim kami di lapangan. Namun demikian, para pendamping juga telah melaksanakan respon kasus untuk anak-anak tersebut,” jelas Menteri Sosial.

Kabar Terbaru