
JAKARTA, kabarSBI.com – Sebanyak 76 grup yang terdiri dari qasidah (12), marawis (11), hadroh (26), pop akustik (13), dan nasyid (14) mengikuti kegiatan Apresiasi dan Lomba Seni Nuansa Religi Tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara yang berlangsung mulai 8-12 September 2025 di Gedung Aki Tirem, Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Jakarta Utara.
“Saya apresiasi kepada Sudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara yang konsisten mengadakan kegiatan Apresiasi dan Lomba Seni Nuansa Religi di setiap tahunnya. Kepada dewan juri saya juga berharap agar dapat menilai secara objektif untuk menentukan para pemenangnya karena nantinya akan mewakili Jakarta Utara ke tingkat provinsi,” ungkap Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekko Administrasi Jakarta Utara, Muhammad Andri saat membuka kegiatan Apresiasi dan Lomba Seni Nuansa Religi Tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara, Senin, 8/9/2025.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang dari setiap kategori, Sudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara juga menyiapkan sejumlah hadiah menarik yang terdiri dari piagam, trophy, dan uang pembinaan. Untuk kisaran uang pembinaan yang akan diberikan meliputi Juara I akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 12,5 juta, Juara II Rp 10 juta, Juara III Rp 8,5 juta, Juara Harapan I Rp 7,5 juta, dan Juara Harapan II Rp 6,5 juta.
Dipastikan, tiga grup terbaik dari setiap kategorinya yakni Juara I, Juara II, dan Juara III akan melaju dalam kegiatan Apresiasi dan Lomba Seni Nuansa Religi Tingkat Provinsi DKI Jakarta yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 6-10 Oktober 2025.
“Hari pertama kegiatan dimulai dengan pelaksanaan lomba qasidah yang diikuti oleh 10 grup. Tadi terlihat bahwa para peserta sangat bersemangat dalam menunjukan penampilan terbaiknya dan kita serahkan kepada dewan juri untuk menilainya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Pembinaan Sudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara, Puji Saktiyana.
Ia juga mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut diantaranya, menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan lokal, memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat, dan memberikan wadah untuk mengembangkan bakat, minat, dan kreativitas kepada masyarakat.
“Senang sekali bisa ikut andil dalam kegiatan ini. Mudah-mudahan saja kita bisa meraih hasil yang terbaik karena kalau tampil untuk lomba itu pastinya rasa beda soalnya dinilai sama dewan juri jadi sempat grogi,” tutur salah satu peserta qasidah dari Majelis Taklim Al Alim Marunda, Milatul Islamiyah.
(min/r/as)




