Warga Desa Sindangjawa Minta Polisi Usut Dugaan Kematian Tak Wajar Kasromi

Kriminal, Headline1763 Dilihat
Warga Desa Sindangjawa Minta Polisi Usut Dugaan Kematian Tak Wajar Kasromi 1
Istri dan keluarga korban dugaan pembunuhan menunjukan lokasi ditemukannya mayat Kasromi. (dok)

KUNINGAN, kabarSBI.com – Ny. Erah, 71, istri dari alm Kasromi, warga Dusun I RT 04/02 Desa Sindangjawa, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sangat mengharapakan agar Polsek Cibingbin, maupun Polres  Kuningan dapat mengusut tewasnya Kasromi.

Pasalnya, Kasromi, 63, ditemukan warga tewas di area persawahan dengan kondisi mengenaskan, pada hari Jumat siang (11/10/2019), kematian Kasromi diduga akibat dibantai orang.

Menurut Erah, saat diminta penjelasnya oleh kabarSBI.com, Sabtu (18/10/2019),  ia dengan wajah sedih, dengan logat sunda, menceritakan peristiwa kelam yang merenggut nyawa suaminya.

Jumat pagi itu Erah dan Kasromi seperti biasa pergi kesawah untuk melakukan aktivitas sebagai petani. Sekitar Pukul 9.30 WIB suaminya pergi ke saung sekitar area persawahan yang jaraknya sekitar 60 meter, untuk mengambil linggis, untuk menggali.

Setelah ditunggu beberapa waktu Kasromi tak kunjung tiba, Erah bergegas mencari disekitar kebun dan sawah namun tak ditemukan, Erah cemas. Sekitar pukul 01.30 WIB seorang warga, pengangon bebek menemukan sosok Kasromi di lebak (aliran air) sawah dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Pengangon bebek itu berteriak-teriak dan memberitahu Ny Erah. Saat dihampiri Erah, sosok mayat yang terbujur sudah kaku itu adalah suaminya, ia pun menjerit dan menangis.

Erah mengungkapkan kondisi suaminya saat ditemukan itu sudah tidak bernyawa, dengan luka dibagian kanan wajah hingga kepala bagian belakang. Selain itu Erah melihat darah yang keluar dari mulut, hidung, dan telinga.

Ibu Sembilan anak itu mengungkapkan bahwa suaminya tidak mempunyai riwayat penyakit berat sehingga menduga-duga bahwa suaminya tewas akibat dianiaya orang.

Ia menambahkan beberapa hari setelah kematian suaminya, seorang tetangga bercerita saat kejadian melihat seorang laki-laki berlari dengan baju kotor (berlumur lumpur). Ada pula tetangga lainnya bercerita saat kejadian melihat seorang lelaki yang berlari namun tak menjawab saat ditanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa suaminya tidak pernah mempunyai musuh kecuali seseorang tetangga desa yang pernah cekcok masalah pohon pisang di galangan sawah dan masalah perairan sawah, sekitar 10 hari sebelum kejadian.

Warga Desa Sindangjawa Minta Polisi Usut Dugaan Kematian Tak Wajar Kasromi 2
Jenasah Kasromi sebelum di makamkan nampak kaku pada bagian tangan. (dok)

Sementara itu, Ny. Keroh, anak ketiga dari pasangan Erah dan Kasromi membenarkan kondisi luka – luka pada tubuh  ayahnya.

“Saya yang memandikan jenasah bapak, memang ada luka dibagian wajah, dan saat dimandikanpun masih keluar darah dari mulutnya. Saya juga melihat ada luka dibagian punggung bapak seperti habis dipukul benda tumpul,” ungkapnya.

Menurut Karsa, salah seorang saksi dilokasi kejadian mengatakan bahwa dirinya saat itu sedang kerja disawah.

“Saya mendengar ada orang berteriak-teriak ada mayat, ada mayat, lokasinya tidak jauh dari tempat saya bekerja. Saya ikut membantu mengangkat jenasah dari lebak ke darat.”

“Ya saya melihat wajahnya luka dan darah yang keluar dari telinga, hidung dan bibirnya. Sepertinya kalau terjatuh tidak mungkin sampai luka seperti itu,” ungkap Karsa, warga Desa Sindangjawa itu.

Keluarga Erah yang terdiri dari anak, dan cucu beramsumsi bahwa kematian Kasromi tidak wajar dengan ditemukanya beberapa luka dibagian wajah dan pungung. Keluarga petani itu berharap pihak kepolisian Sektor Cibingbin maupun Polres Kuningan dapat mengusut kematian Kasromi yang telah di makamkan itu, dan menemukan pelakunya. (tim)