KUNINGAN, kabarSBI.com – Rabu, 8 April 2026, Kepala SPPG Dusun Cireja, Desa Cihideung Hilir, menyampaikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai menu MBG (Makan Bergizi Gratis) yang disebut-sebut dikemas menggunakan kantong plastik. Ia menegaskan bahwa seluruh menu MBG yang didistribusikan ke sekolah telah dikemas menggunakan wadah food tray sesuai standar operasional.
Menurutnya, makanan yang terlihat dibungkus plastik kemungkinan merupakan sisa makanan yang tidak dikonsumsi di sekolah dan kemudian dibawa pulang oleh siswa. Dalam kondisi tersebut, besar kemungkinan orang tua atau siswa mengemas ulang makanan menggunakan kantong plastik atau pembungkus tambahan.
Terkait isu jeruk yang diberitakan busuk, Kepala SPPG menjelaskan bahwa kondisi tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai buah yang terlalu matang atau mengalami tekanan saat distribusi. Ia memastikan seluruh buah telah melalui proses sortir, dan yang tidak layak konsumsi dipisahkan untuk diretur.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kemungkinan adanya satu atau dua buah yang kurang layak lolos dari proses sortir di antara jumlah yang besar. Atas hal tersebut, Kepala SPPG menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya serta menegaskan bahwa setiap temuan langsung ditindaklanjuti dengan penggantian buah yang layak konsumsi.
Kepala SPPG juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Yayasan Baitul Izzah Qur’an atas kesalahpahaman yang terjadi. Ia menegaskan tidak ada niat untuk menyudutkan yayasan terkait pengadaan, melainkan hanya memberikan penjelasan kepada pihak sosial kontrol bahwa pengadaan melibatkan UMKM yang difasilitasi yayasan.
Di sisi lain, perwakilan Yayasan Baitul Izzah Qur’an menegaskan bahwa yayasan menaungi empat dapur SPPG, yaitu MBG Desa Pagundan, MBG Desa Cipicung, MBG Desa Cihirup, dan MBG Desa Cihideung Hilir. Secara umum, pelaksanaan di masing-masing dapur berjalan baik dengan standar porsi besar yang seragam serta kandungan gizi yang telah diperhitungkan secara optimal.
Yayasan juga menekankan bahwa tanggung jawab operasional pemenuhan menu MBG sepenuhnya berada pada masing-masing kepala dapur. Yayasan telah mengakomodir seluruh kebutuhan, termasuk pelibatan UMKM dan sistem distribusi yang berjalan optimal. Oleh karena itu, setiap kendala di lapangan diharapkan dapat diselesaikan secara profesional oleh pihak pelaksana tanpa menyalahkan yayasan.
(tim/red)




