
JAKARTA, kabarSBI.com – Kinerja Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kota Administrasi Jakarta Utara di bawah kepemimpinan Edy Mulyanto kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, tumpukan sampah terlihat berserakan dan terus menumpuk di lingkungan Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU), Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pemandangan tak sedap tersebut mengundang keprihatinan dan kritik keras dari warga pengunjung fasilitas olahraga setempat.
Pantau situs ini tumpukan sampah itu hanya berasal dari Komplek Kantor Walikota dan GRJU tidak ada sampah warga yang membuang disana. Sampah tersebut umumnya kantong plastik, sisa makanan, daun dan ranting pohon.
Namun demikian dari hari kehari sampah terus menumpuk bak gunung kecil dengan ketinggian hampir 2 meter menyebar hingga radius 10 sampai 20 meter.
Seorang warga pengunjung GRJU mengatakan pemandangan sampah di GRJU merusak lingkungan dan estetika perkantoran kota.
“Padahal GRJU ini pusat kegiatan anak-anak muda dan warga untuk berolahraga. Sangat disayangkan sampah ditumpuk begitu saja tanpa penanganan cepat dari petugas,” ujar Tikno, 40, salah satu warga yang ditemui di sekitar lokasi, Jumat, 4/9/2026.
“Kalau sampah walikota saja ditanganinya seperti ini, apa lagi sampah warga. Pastas saja Sudin LH jadi sorotan terus,” tanya dia, menambahkan.
Kepala Seksi Sarana Prasarana GRJU, Murifin, mengaku bukan pihaknya dalam penanganan sampah dilokasi tersebut.
“Ini dibawah pengelolaan LH bang, GJU tidak terkait dalam pengelolaan sampah yang dimaksud. Kalau sampah kami sehari kurang lebih hanya dua gerobak saja,” pungkasnya.
Seorang petugas LH dilokasi membenarkan sampah tersebut berasal dari kantor walikota Jakarta Utara. “saat ini kami sedang menunggu kouta untuk mengangkutnya, belum ada kuotanya. Sehari sekali saja diangkut kalau ada koutanya,” jelas petugas Sudin LH dilokasi TPS GRJU.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Jakarta Utara, Edy Mulyanto, dikonfirmasi terkait sampah volume kecil itu tidak menjawab. (min/r/as)




