CIAMIS, kabarSBI.com – Pembangunan ruang kelas baru di SMK Tri Bintang menuai sorotan tajam. Pasalnya, bagian atas atau struktur atap dari bangunan yang belum lama didirikan tersebut dilaporkan patah dan retak.
Kerusakan ini diduga kuat terjadi karena konstruksi bangunan yang tidak kokoh dan tidak memenuhi standar keamanan.Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi dalam ruangan yang cukup memprihatinkan.
Untuk mengantisipasi ambruknya bangunan, pihak sekolah berinisiatif menambahkan tiang penyangga atau kolom beton tambahan di tengah-tengah ruang kelas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiang beton tersebut baru berumur 7 hari atau baru seminggu dikerjakan saat awak media mendatangi lokasi. Keberadaan tiang susulan yang masih basah itu terlihat sangat mencolok dan dinilai merusak tata ruang kelas.
Dugaan awal menyebutkan bahwa pengerjaan proyek ini terindikasi kuat menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB). Indikasi tersebut semakin diperkuat dengan terlihatnya material besi pada bagian struktur yang retak dan patah.
Ukuran serta jumlah besi yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya tertuang dalam dokumen perencanaan.
Guna mendapatkan perimbangan informasi, sejumlah awak media mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi terkait kelayakan bangunan serta penambahan tiang tersebut.
Namun sayangnya, baik Kepala Sekolah maupun Ketua Yayasan SMK Tri Bintang tidak dapat ditemui dan terkesan menghindar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen sekolah belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pelanggaran spek bangunan ini.
Warga dan wali murid berharap pihak dinas terkait serta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk memeriksa kelaikan fisik bangunan. Hal ini dinilai penting demi menjamin keselamatan para siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.
(tim/red)




