Gubernur Jabar Dinilai Lambat Atasi Banjir, Warga Kian ‘Menderita’

Warga Desa Dayeh Kolot ditengah banjir yang melanda. (dok)

BANDUNG, kabarSBI.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinilai lambat dalam mengatasi banjir yang melanda kawasan Bandung Selatan. Warga juga mengeluhkan pendistribusian bantuan yang tidak merata terhadap warga pengungsi maupun yang bertahan dirumah masing-masing.

Hingga kini, dikatakan warga Desa Dayeh Kolot, Kecamatan Dayeh Kolot, banjir yang melanda lingkungannya sudah dua bulan dengan ketinggian air mencapai 50 cm hingga pundak orang dewasa.

“Saya tuh heran geografis Desa Dayeh Kolot termasuk dataran tinggi namun sekarang ini sering dilanda banjir. Sudah seperti lautan saja. Hujan maupun tidak hujan desa dayeh tetap akan banjir,” ujar Agus, 40, salah seorang warga RW 04 Desa Dayeh Kolot, Rabu, 10/9/2019.

Ia menyebutkan banyak warga desa mengeluhkan lambanya penanganan masalah banjir langanan ini.  Warga berharap pemerintah daerah khususnya Gubernur Jawa Barat untuk segera dapat menuntaskan masalah banjir yang diderita warga desa.

“Pak gubernur tolong segera atasi banjir ini, dan pendistribusian bantuan korban banjir harus sampai,” pungkas warga tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat dilabrak seorang warga Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung saat meninjau banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Kantor Desa Dayeh Kolot terendam banjir. (dok)

Dikutip berbagai sumber, Ridwan Kamil dilabrak salah seorang warga berinisial P di depan Kantor Desa Dayeuhkolot, setelah keluar dari pengungsian Shalter Desa Dayeuhkolot.

Setelah keluar dari Kantor Desa Dayeuhkolot warga tersebut langsung menanyakan solusi banjir dengan menggunakan nada tinggi.

“Pak, ini gimana Pak sudah dua bulan banjir, ini gimana solusinya Pak?” tanya warga tersebut kepada Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Dengan tenang, Emil langsung menghampiri warga tersebut. “Bapak mau ngobrol atau mau marah-marah?” tanya balik Emil kepada warga tersebut.

“Kesel Pak sudah dua bulan banjir tidak ada solusinya,” ujar warga itu kepada Emil.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Emil langsung memberikan pemahaman kepada warga tersebut. Menurutnya, penyelesaian permasalahan banjir tidak dapat dilakukan secara instan. Selain itu pihaknya kini terus berbenah dan membangun infrastruktur untuk solusi banjir di Kabupaten Bandung.

“Dayeuhkolot dari 200 tahun lalu sudah banjir. Terowongan sudah dikerjakan, Cieunteung (kolam retensi) sudah selesai, tahun ini kita sedang bangun kolam retensi seperti Cieunteung, tapikan kita butuh proses, Terowongan Curug Jompong mudah-mudahan tahun ini selasai,” ungkap Emil. (jayadi/r/as)