
JAKARTA, kabarSBI.com – Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Kota Jakarta Utara, Heria Suwandi, menegaskan pihaknya menghadapi musim penghujan mendatang dan mitigasi banjir serta pemeliharaan saluran penghubung dan kali, keberadaan pedagang diatas saluran kerab mengganggu aktivitas tugas dinasnya.
Seperti keberadaan pedagang tanaman hias yang baru-baru ini timbul di bantaran kali penghubung di Jalan Utama – Danau Bisma, samping Jakarta International Stadion (JIS) Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Saat ini kami masif melakukan pengerukan pada beberapa kali, dan salah satu yang kita programkan adalah pemeliharaan saluran PHB Inlet III Waduk Sunter Utara pada bulan ini, dimana sedimentasi pada saluran sepanjang -/+ 500 m’ tersebut akan kita keruk. Pengerukan ini untuk menambah daya tampung kali tersebut dan juga untuk memperlancar aliran air menuju waduk Sunter Utara,” terang Suwandi, merespon pesan yang disampaikan melalui WhatsApp, Rabu, 29/4/2026.
Ia menjelaskan saat ini telah menurunkan alat berat untuk aktivitas penanganan lumpur saluran dan kali, di sekitar lokasi tersebut.
“Per hari Senin 27 April 2026 kemarin kami sudah menurunkan alat berat sebanyak 2 unit dan mulai melakukan pengerukan pada keesokan harinya. Namun nampaknya pekerjaan pengerukan akan terhambat oleh adanya pedagang-pedagang tanaman hias yang baru menempati bantaran kali sekitar 2-3 minggu yang lalu, bantaran kali tersebut merupakan akses satu-satunya bagi kami untuk melakukan pengerukan,” papar Kasudin SDA itu.
Menurutnya, pedagang tanaman hias tersebut bukan hanya menutup akses untuk pemeliharaan kali tapi juga menutup drainase jalan, sehingga berpotensi banjir/genangan pada area tersebut.
“Nah jangan sampai Saluran Inlet III ini juga tertutup seperti inlet-inlet yang lain sehingga sulit untuk dilakukan pemeliharaan. Memang salah satu kesulitan kami adalah melakukan pemeliharaan pada kali-kali yang bantarannya tidak bebas, nah jangan sampai Saluran Inlet III ini juga tertutup seperti inlet-inlet yang lain sehingga sulit untuk dilakukan pemeliharaan,” ungkapnya.
Untuk itu, jelas orang nomor satu Dinas SDA Jakarta Utara itu, hal tersebut telah dilakukan koordinasi di tingkat kota dipimpin langsung oleh Sekretaris Kota Jakarta Utara. Turut instansi lain hadir antaranya Sudin Taman dan Hutan Kota, Sudin Bina Marga, Satpol PP dan terkait lainya.
“Semoga pada rapat koordinasi bisa segera terselesaikan untuk mendapatkan keputusan guna kepentingan bersama. Sehingga aktivitas pekerjaan pengerukan berjalan sesuai rencana,” harap Suwandi.
(min/r/as)




