Kemeriahan Karnaval Pendidikan di Kecamatan Petarukan: Ribuan Anak dan Orang Tua Turut Ambil Bagian

Kemeriahan Karnaval Pendidikan di Kecamatan Petarukan: Ribuan Anak dan Orang Tua Turut Ambil Bagian 1

Pemalang kabarSBI – Suasana penuh warna, keceriaan, dan semangat gotong-royong mewarnai kegiatan Karnaval Pendidikan yang diselenggarakan di Desa Loning di Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Acara ini melibatkan seluruh lembaga pendidikan dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang tersebar di wilayah kecamatan tersebut. Tak hanya siswa dan guru, ribuan orang tua murid juga turut serta memeriahkan acara yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Karnaval dimulai sejak pagi hari dengan titik kumpul.  Satu per satu, barisan peserta karnaval mulai bergerak menyusuri rute yang telah ditentukan, melewati jalan-jalan utama yang telah ditutup sementara oleh pihak keamanan untuk menjamin keselamatan peserta. Barisan karnaval ini terdiri dari berbagai kelompok siswa yang mengenakan kostum bertema budaya daerah, profesi, hingga pahlawan nasional. Selain itu, iring-iringan drum band dari beberapa sekolah juga menambah semarak suasana.

Tidak kalah menarik, orang tua murid turut berpartisipasi aktif, bahkan beberapa kelompok ibu-ibu menampilkan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia dan busana unik lainnya yang menarik perhatian. Partisipasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter dan semangat kebhinekaan kepada anak-anak.

Kepala Desa Loning, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara ini. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan kreativitas, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, gotong-royong, serta rasa cinta terhadap budaya dan tanah air sejak dini,” ujar beliau di hadapan ratusan tamu undangan.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan sekaligus Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Petarukan, menjelaskan bahwa karnaval ini adalah bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80. “Kami ingin menampilkan wajah ceria pendidikan di Petarukan. Melalui karnaval ini, anak-anak bisa belajar tentang keberagaman, kreativitas, serta percaya diri dalam menampilkan potensi mereka,” tuturnya.

Sepanjang rute karnaval, warga masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta. Banyak yang mengabadikan momen langka ini dengan kamera ponsel, bahkan beberapa warga secara sukarela menyediakan minuman dan jajanan bagi para peserta sebagai bentuk dukungan.

Acara puncak ditutup di Lapangan Petarukan dengan penampilan seni dari beberapa sekolah, termasuk tari tradisional, puisi kemerdekaan, serta pertunjukan musik anak. Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada barisan terbaik dalam beberapa kategori, seperti kostum terunik, partisipasi terkompak, dan lain lainnya.

Karnaval ini menjadi bukti bahwa pendidikan di Kecamatan Petarukan tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kerja sama sosial, dan pelestarian budaya. Melalui kegiatan seperti ini, sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat berjalan bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan menyenangkan bagi generasi masa depan.

 

Tim Liputan