Polemik MBG Memanas, LPK-RI Usul Dana Langsung ke Orang Tua: Lebih Tepat Sasaran untuk Gizi Anak

Polemik MBG Memanas, LPK-RI Usul Dana Langsung ke Orang Tua: Lebih Tepat Sasaran untuk Gizi Anak 1JAKARTA, kabarSBI.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Di tengah pro dan kontra yang berkembang, Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) menyampaikan pandangannya terkait efektivitas program tersebut dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, Kamis 25 Juni 2026.

Melalui Ketua II DPP LPK-RI, Agung Sulistio, organisasi tersebut menilai pemerintah perlu mempertimbangkan skema penyaluran bantuan yang lebih langsung kepada keluarga penerima manfaat. Menurutnya, orang tua merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan gizi, kondisi kesehatan, serta pola konsumsi anak-anak mereka sehari-hari.

LPK-RI berpandangan bahwa bantuan yang disalurkan langsung kepada orang tua berpotensi lebih tepat sasaran karena dapat digunakan sesuai kebutuhan masing-masing anak. Selain itu, pola tersebut dinilai mampu memberikan keleluasaan bagi keluarga dalam menentukan jenis makanan bergizi yang sesuai dengan kondisi dan kebiasaan konsumsi anak.

Pandangan tersebut muncul di tengah berbagai evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis di sejumlah daerah. Meski program tersebut mendapat apresiasi karena bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda, berbagai masukan juga bermunculan terkait kualitas makanan, distribusi, pengawasan, hingga efektivitas penggunaan anggaran.

Sebagai lembaga yang fokus pada perlindungan hak-hak konsumen, LPK-RI menegaskan bahwa setiap program yang menggunakan anggaran negara harus mengedepankan prinsip manfaat, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Oleh sebab itu, evaluasi terhadap pelaksanaan MBG dinilai penting agar tujuan utama program benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.

LPK-RI juga mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog yang lebih luas dengan melibatkan ahli gizi, akademisi, organisasi masyarakat, serta para orang tua siswa guna memperoleh formulasi terbaik dalam upaya peningkatan gizi anak-anak Indonesia.

Pada akhirnya, menurut LPK-RI, yang terpenting bukan hanya mekanisme penyaluran bantuan, melainkan bagaimana manfaat program tersebut benar-benar sampai kepada anak-anak sebagai penerima utama. Dengan demikian, tujuan menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas dapat tercapai secara optimal.

 

(Red)