Ironis Wahyudi sebagai kepala sekolah tidak mengetahui persis total jumlah siswa yang dilaporkan sekolahnya kepada kementerian pendidikan kebudayaan riset dan teknologi melalui Dapodik, Kamis (15/5/2025).
Wahyudi mengatakan bahwa terkait data jumlah siswa PKBM Taruna itu ada didalam laptop. Dan hanya operator PKBM yang mengetahui.
“Saya bukan tidak paham jumlah siswa di PKBM Taruna, saya lupa total jumlah siswa,data siswa ada di laptop dan pihak operator sekolah yang tahu jumlah siswa PKBM Taruna,” kata Wahyudi, Rabu (14/5/2025).
Disinggung Wahyudi terkait jumlah siswa yang terdaftar sebagai penerima bantuan operasional sekolah (BOS). Dan nominal rupiah yang di anggarkan oleh Pemerintah sesuai kategori paket yang di peruntukan persiswa Wahyudi pun tidak dapat memberikan keterangan yang jelas.
“Di PKBM itu ada forum PKBM sebagai wadah semua PKBM di kabupaten Pemalang, jika ingin mengetahui lebih jelas terkait PKBM Taruna miliknya silahkan saja tanyakan kepada forum PKBM.
“Media tidak berhak tahu lebih dalam dapur PKBM Taruna,” tegas Wahyudi.
Gedung sarpras yang di gunakan kegiatan belajar mengajar PKBM Taruna bukanlah milik lembaga melainkan menumpang gedung milik sekolah lain.
Wahyudi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan Kelompok belajar mandiri (PKBM) yang mendapatkan BOP dari pemerintah diduga tidak menahu tentang administrasi PKBM Taruna. Dan sudah sepatutnya Wahyudi memberikan keterangan informasi terkait realisasi kegiatan penyelenggaraan belajar dan mengajar, admistrasi dan penyaluran dana BOSP saat di konfirmasi pihak media pers ataupun masyarakat sebagai kontrol sosial sesuai UU nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.





