PEMALANG, kabarSBI.com – Bencana longsor yang melanda wilayah Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, bukan hanya menyisakan duka, tetapi juga menghadirkan wajah kemanusiaan yang menguatkan. Memasuki hari kedua pencarian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, Relawan serta masyarakat setempat, terus berjibaku menyusuri timbunan tanah demi menemukan korban yang diduga masih tertimbun,atas nama Hamim (50)th warga Dusun Siranti RT. 07 RW. 03 Desa Bongas Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang,
Namun, pada siang hari, proses pencarian terpaksa dihentikan sementara akibat kondisi cuaca yang memburuk dan pertimbangan keselamatan. Hujan yang kembali turun serta struktur tanah yang masih labil dinilai berpotensi menimbulkan longsor susulan.
Koordinator lapangan Basarnas menyampaikan bahwa penghentian sementara dilakukan semata-mata untuk menjaga keselamatan seluruh personel. “Pencarian kami hentikan sementara karena faktor cuaca dan keamanan. Meski demikian, petugas tetap siaga penuh di lokasi dan akan melanjutkan operasi begitu situasi memungkinkan,” ujarnya.
Relawan dan masyarakat tetap bertahan di sekitar lokasi bencana. Selain membantu pengamanan area, relawan juga fokus pada pelayanan kemanusiaan, mulai dari pendampingan keluarga korban, pengelolaan posko, hingga distribusi logistik.
Partisipasi warga Watukumpul juga terus terlihat. Mereka membantu membersihkan jalur, menyiapkan konsumsi bagi petugas, serta menjaga posko bersama relawan. Kebersamaan ini menjadi kekuatan moral di tengah ketidakpastian dan duka yang menyelimuti wilayah terdampak.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Pemalang kembali mengimbau masyarakat untuk menjauhi area longsor dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Warga yang tinggal di kawasan rawan diminta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian korban masih dalam status dihentikan sementara, dengan seluruh unsur tetap bersiaga di lokasi. Di Watukumpul, di balik lumpur dan hujan, kepedulian dan solidaritas terus hidup, menandai bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya, bahkan di tengah bencana.
(Red-MF)




