Kivlan Zein Hadiri Diskusi Publik di PTDII

Diskusi publik dalam rangka safari Ramadhan 1439 H di Masjid PTDI, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (dok)

JAKARTA, KABARSBI.comMayjen (Pur) Kivlan Zein hadir sekaligus mengisi acara diskusi publik yang di gelar di Masjid PTDI (Perguruan Tinggi Da’wah Islam Indonesia), Jl. Tawes No. 21-22 Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (3/6/2018).

Kabar yang diperoleh redaksi, selain Kivlan, nara sumber lainnya adalah Indra Martian, dengan ketua Panitia acara Abdul Jalal. Acara yang dihadiri sekitar 100 orang itu mengangkat tema “Terorisme faham ideologi/politik.”

Abul Rohman, Ketua senat PTDII, mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran kepengurusan yayasan yang telah mendukung terhadap berjalannya acara ini sehingga dapat bejalan dengan lancar.

“Tidak lupa bagi semua rekan rekan yang sudah berusaha dan merencanakan acara ini dengan baik saya ucapkan tetimakasih,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan, Ust Qudsi ahmad, Purek 3 PTDII. “Saya ucapkan terimakasih kepada ke 2 pembicara yang sudah hadir ditengah tengah kita, sehingga kita dapat menimba ilmu dari beliau. Acara ini mudah mudahan dapat membuka wawasan kita apa itu Terorisme. Kita hidup di indonesia (negara yg hebat, makmur) yang menjadi pejuang itu adalah umat islam tetapi kenapa kita tidak bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kesannya.

Sementara itu, Kh Sayid Hamidan, mengatakan bahwa PTDII pernah dibekukan oleh bakortanasda sekitar 9 tahun, mulai dari 1984 (semenjak paska terjadinya kasus tj priok). Pada tahun 1994 PTDII kembali dibuka oleh Bapak Pangdam Jaya mayjen Hendro Priyono atas perintah Bapak Trisutrisno.

“Bedanya dengan jaman sekarang lebih bahaya bagi kita karena sUdAh adanya campur tangan internasional. Kalau jaman ORBA itu yang punya kebijakan adalah berasal dari orang kita atau pribumi dan bukan adanya rekayasa orang asing,” jelasnya.

Indra Martian, selaku nara sumber berbicara fenomena yang sedang ramai yaitu terkait terorisme. Menurutnya banyak yang salah terkait persepsi masalah terorisme.

“Masalah teroris secara kebetulan merupakan tesis (S3) saya. Kita harus paham masalah depinisi teroris yaitu perbuatan yang mengancam kedaulatan negara terindikasi memiiki ideologi.”

“Kenapa teroris itu slalu ditunjukan kepaa umat islam? Padahal dulu di negara Irlandia pelaku terorisme dilakukan oleh orang kristen sebanyak 70 kali,” jelasnya.

Menurutnya, kejadian bom WTC cukup menjadi pertanyaan kenapa ada pesawat yang terbang rendah tidak diingatkan/dikawal oleh para penjaga keamanan negara USA.

“Pada tahun 1971 dan 1976 pernah terjadi ops intelijen dimana tahun 1971 dan 1976 menjelang pemilu dan diciptakanlah kelompok KOJI (komando jihad). Apa bedanya dengan sekarang dengan maraknya terorisme dan waktunya menjelang pemilu, pertanyaannya siapa dalangnya,” tanya Indra.

“Kita menolak kalau Al qu’an dijadikan barang bukti teroris. Jihad itu tidak bisa dipisahkan dari islam, dan jihad tidak identik dengan terorisme,” tandanya.

Semntara itu, pembicara inti, Mayjen (Pur) Kivlan Zein, mengungkapkan sekarang ini kaum yahudi/zionis sedang menguasai dunia. Jadi siapapun negara yg melawan USA akan dihancurkan.

“Semenjak Faisal tanjung menjabat disitu mulai tetlihat hijau royo royo baik di DPR maupun kabinet, tetapi kaum skuler tidak suka, maka terjadilah piple power. Ketika Habibi menjabat islam semakin diatas angin, dengan berdirinya ICMI dan bank syariah, kita bukan mau mendirikan/menegakkan syariat islam,” katanya.

Menurutnya, teroris ini fakta terjadi tetapi siapa yg melakukan? Betul pelakunya mantan anak pondok, tetapi pondok bukan perancang teroris.

“Buat apa teror/bom kalau tidak berkuasa, bom bunuh diri itu dilarang oleh agama apalagi yang di bom itu tempat tempat ibadah. PKI sekarang ini tidak menggunakan metode kudeta lagi tetapi dengan cara masuk ke partai partai. Untuk itu umat islam harus bisa menguasai DPR, MPR setelah itu berkuasa disitu baru bisa menentukan pemimpin kita,” jelasnya.

Ia menambahkan Teroris itu fiksinya dituduhkan kepada umat islam, faktanya jelas ada yang ditangkap dan merupakan orang-orang sempalan.

“Mari kita cegah kalau ada orang orang sempalan, karena mereka akan merusak kita semua. Kalau orang islam mau berkuasa maka harus kuasai DPR karena disana tempat merancang undang undang. Pemilu sudah dekat, mari kita pilih pemimpin/partai islam yang membela kita,” tutup Kivlan. (ris/r/as)

Leave a Reply

Your email address will not be published.