KUNINGAN, kabarSBI.com – Penurunan signifikan jumlah warga miskin di Kabupaten Kuningan menjadi sorotan setelah BPS Jawa Barat merilis data resmi yang menunjukkan kemajuan tajam dalam indikator kesejahteraan. Pada 2025, jumlah penduduk miskin turun menjadi 119.670 orang—berkurang 12.160 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya—mendorong Kuningan keluar dari zona kabupaten termiskin dan menempatkannya pada peringkat lebih baik di tingkat provinsi. Persentase kemiskinan yang menyentuh 10,74% menjadi titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari program-program pembangunan yang berjalan efektif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Intervensi strategis seperti Operasi Pasar Murah Bersubsidi, penyaluran PKH dan BPNT, program listrik gratis Pemprov Jabar, serta perbaikan rumah tidak layak huni menjadi faktor yang menurunkan beban pengeluaran masyarakat secara signifikan. Peningkatan konsumsi rumah tangga sebesar 6,22% pada Triwulan I-2025 turut mengonfirmasi perbaikan daya beli.
Program 100 Hari Kerja Bupati juga memberi dampak nyata dalam memperkuat ekonomi lokal. Bursa kerja yang digelar pemerintah daerah sukses menyerap 1.481 tenaga kerja, sementara sektor pertanian mendapat dukungan melalui subsidi pupuk, benih padi gratis, serta program revitalisasi lingkungan produktif. Perbaikan infrastruktur jalan semakin memperlancar konektivitas dan akses ekonomi masyarakat, memperkuat daya saing daerah.
Dari sisi makroekonomi, Kuningan mencetak prestasi luar biasa dengan pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2025 yang tercatat sebagai yang tertinggi di seluruh Pulau Jawa. Kondisi ini menjadi bukti bahwa roda ekonomi daerah bergerak kokoh dan konsisten. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun ke angka 7,78% makin memperkuat sinyal pemulihan ekonomi yang inklusif. Ground checking DTSEN juga menunjukkan turunnya persentase pada Desil 1 dan 2—indikasi bahwa sebagian warga telah naik kelas dari kategori sangat miskin dan miskin.
Bupati Dian menilai konsistensi kebijakan, sinergi lintas sektor, dan pendekatan pembangunan yang berbasis data menjadi kunci keberhasilan ini. Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat program pemberdayaan masyarakat, serta memastikan seluruh kebijakan berpihak pada peningkatan kualitas hidup warga. Menurutnya, tren positif ini menunjukkan bahwa Kuningan berada di jalur yang tepat menuju kesejahteraan yang lebih merata.
Optimisme pemerintah daerah semakin menguat dengan hadirnya minat dari berbagai investor, mulai dari sektor hospitality, garment, hingga pertanian. Beberapa di antaranya kini tengah memasuki proses perizinan dan kajian teknis. Bupati berharap, kehadiran investor baru pada 2026 akan menjadi akselerator pengentasan kemiskinan dan penurunan pengangguran, sekaligus mengangkat martabat Kuningan sebagai daerah yang bertumbuh cepat dan menjanjikan.
(dans/red)




