Layanan Dinilai Buruk, Anak Almarhum Ngamuk di RSUD Koja

Keluarga pasien mengurus jenasah almarhum di RSUD Koja. (dok)

JAKARTA, KabarSBI.com – Keluarga pasien ngamuk di ruang IGD akibat pelayanan dokter dan perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KOJA, Jakarta Utara, terkesan terlambat dalam memberikan pertolongan hingga pasien meninggal.

Demikian dikatakan keluarga pasien kepada KabarSbi.com di depan kamar jenasah, Selasa, (28/8/2018) malam. Menurutnya, pelayanan RSUD sangat buruk dan terkesan pilih kasih. “Kami sangat kecewa dengan pelayanan di rumah sakit ini,” kata Umar, anak Suranti, pasien RS Koja yang meninggal dunia.

Umar menjelaskan, dirinya tidak menerima orang tuanya meninggal akibat buruknya pelayanan RSUD Koja.

“Saya ngamuk karena pelayanan para dokter sangat buruk dan perawat terlambat memberikan pelayanan sehingga orang tua saya tidak tertolong,” jelasnya.

Menurutnya, dokter dan perawat mestinya mengutamakan pelayanam, bukan memperlambat pelayanan kepada pasien (almarhum, red) dan bukan menunggu desakan dari keluarga pasien baru mengambil tindakan.

Senada juga disampaikan keluarga almarhum di depan kamar mayat. Mereka menduga pihak RSUD Koja, lebih mengutamakan pelayanan bagi pasien berduit dibanding pasien gratis (Askes atau BPJS) sehingga keluarga kami tidak tertolong.

“Harusnya pihak rumah sakit jangan melihat pasien Askes atau BPJS dan harus mengutamakan pelayanan. Kalau tadi langsung ditangani Oma kami mungkin masih bisa tertolong,” ungkap keluarga almarhum dengan penuh tangis melihat almarhum dalam kamar mayat.

Saat dikonfirmasi kejadian tersebut, pihak rumah sakit menolak memberikan tanggapan dan terkesan menghindar.

“Kalian ini darimana? Kami disini tidak pernah menolak dan atau membiarkan pasien berobat disini. Sudah banyak terjadi kejadian seperti ini dan kami selalu mengutamakan pelayanan di rumah sakit sini. Mana keluarga pasien? Ayo masuk kedalam ditunggu Dokter,” kata Sekuriti RSUD Koja, seraya mengatakan wartawan tidak boleh masuk ke ruangan dokter dan hanya 2 orang keluarga almarhum yang bisa masuk.

Sebelumnya,  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpesan agar para rumah sakit maupun perawat atau bidan dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

“Saya berharap ibu bidan yang baru saja dikukuhkan benar-benar memberikan pelayanan yang terbaik seperti tidak galak, menyenangkan jadi memiliki kesan sangat positif,” kata Anies di kantor BKKBN Pusat, Jl Permata, Halim Perdanakusuma, Jakarta, seperti dilansir detik.com, Rabu, 29/8/2018.(arthur/majid/r/as)