Menu MBG di SDN 05 Loning Disorot, Ini Analisis Perkiraan Nilai Menu dan Anggarannya

Menu MBG di SDN 05 Loning Disorot, Ini Analisis Perkiraan Nilai Menu dan Anggarannya 1PEMALANG, kabarSBI.com — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 05 Loning, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, mendapat perhatian setelah sejumlah orang tua murid menilai menu makanan yang dibagikan kepada siswa belum mencerminkan standar gizi seimbang.

Menu yang diterima siswa disebut terdiri dari tiga buah pisang moli, tiga gorengan tempe, serta ketan santan.

Ketua II DPP LPK-RI sekaligus Ketua Umum Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT), Agung Sulistio, mengatakan menu MBG di sekolah tersebut perlu dievaluasi agar sesuai dengan tujuan program.

“Program makanan bergizi seharusnya memenuhi unsur gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang cukup bagi anak sekolah,” kata Agung dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).

Salah satu orang tua murid, Dino, juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kualitas makanan yang diterima siswa.

“Kami berharap ada evaluasi dari pihak yang berwenang agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai menu MBG tersebut.

Perkiraan Nilai Menu

Berdasarkan perkiraan harga bahan pangan di tingkat pasar lokal, nilai menu yang disebutkan diperkirakan berkisar sebagai berikut:

Pisang moli (3 buah): sekitar Rp. 1.000 – Rp.1.500

Tempe goreng (3 potong): sekitar Rp. 1.500 – Rp.2.000

Ketan santan: sekitar Rp. 2.000 – Rp. 2.500

Dengan demikian, total nilai menu tersebut diperkirakan berada pada kisaran Rp5.000 hingga Rp7.000 per porsi.

Perkiraan ini dapat berbeda tergantung harga bahan makanan, biaya pengolahan, serta distribusi makanan.

Dibandingkan Perkiraan Anggaran Program

Sejumlah kajian kebijakan publik menyebutkan bahwa biaya penyediaan makanan dalam program MBG secara nasional diperkirakan berkisar Rp. 8.000 hingga Rp. 10.000 per anak per hari untuk bahan makanan saja, dengan komponen biaya seluruh anggaran dapur Rp. 13.000 hingga Rp. 15.000 tiap porsi tergantung pada kebijakan daerah dan komponen biaya lainnya.

Jika menggunakan asumsi tersebut, maka terdapat kemungkinan selisih antara perkiraan nilai menu dan alokasi anggaran per porsi.

Namun demikian, selisih tersebut tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai kerugian negara karena masih harus memperhitungkan berbagai komponen biaya lain, seperti:

– biaya pengolahan makanan

– biaya distribusi

– biaya tenaga kerja

– biaya operasional dapur.

Pentingnya Pengawasan Program

Program MBG merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus mendukung upaya penurunan stunting.

Dengan jumlah penerima yang sangat besar secara nasional, program ini memerlukan sistem pengawasan yang kuat agar pelaksanaannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Pengawasan tersebut dapat dilakukan oleh berbagai pihak, antara lain pemerintah daerah, dinas pendidikan, dinas kesehatan, serta masyarakat.

Transparansi mengenai standar menu, komposisi gizi, serta mekanisme penyediaan makanan dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan program ini berjalan sesuai tujuan.

Kasus yang muncul di SDN 05 Loning diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kebijakan untuk memperkuat pelaksanaan program MBG di lapangan.

(red)