
BANTEN, kabarSBI.com – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, mengunjungi Adit (15) seorang pelajar yang dibacok dengan senjata tajam clurit oleh oknum pelajar. Adit yang bernasib naas pada 16 oktober 2018 telah menjalani operasi bedah dan rawat inap di Rumah Sakit Rangkas, Serang, Banten dan kasusnya kini masih ngambang.
“Saya amat bersedih, prihatin dan menyesalkan kejadian sadis itu, saya kunjungi Adit dan melihat kondisinya, sangat mengenaskan dan memilukan hati. Langkah pertama yang ingin saya nyatakan adalah mendesak kepolisian setempat untuk mengusutnya,” tutur Wilson kepada kabarsbi.com, Rabu (22/10/2018).
Berikut pernyataan lengkap yang disampaikan secara resmi oleh pria alumni PPRA-48 Lemhannas RI itu, melalui pesan aplikasi whatsapp;
Baca juga kronologisnya disini anak yatim piatu dibacok oknum siswa smk di cikande begini kronologinya/
1. Mendesak pihak Kepolisian Resort Serang dan aparta hukum lainnya di wilayah itu agar segera melakukan langkah-langkah pengusutan hingga tuntas masalah ini, dan memberikan sanksi kepada pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku di negara ini.
2. Menghimbau kepada semua sekolah yang ada di Serang dan seluruh Indonesia, terutama dalam kasus ini, SMK Prestek Cikande, untuk meningkatkan pengawasan, pembinaan dan displin moral para siswanya agar tidak berperilaku menyimpang, anti sosial, dan menjadi kriminal di masyarakat.
3. Menghimbau kepada setiap orang tua agar mendidik anaknya dengan baik dan benar, memberikan perhatian dan nasehat serta bimbingan secara terus-menerus kepada anaknya, agar tidak tumbuh liar dan menjadi virus pemusnah individu sesama manusia lainnya di dalam masyarakat.
4. Menasehati kepada setiap anak dan pelajar di Serang secara khusus, dan Indonesia secara umum, agar senantiasa waspada, menjauhi sifat dan perilaku bar bar, liar, dan tidak berperikemanusiaan. Sebaliknya menumbuhkan rasa saling menyayangi sesama manusia, saling menolong, dan saling menjaga keselamatan satu dengan lainnya, agar generasi Indonesia dapat tumbuh berkembang sebagai generasi bangsa yang baik, berbudi luhur, beradab dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
5. Terkait petugas Puskesmas Pamarayan, Serang, Banten, yang terkesan tidak responsif, tidak perduli, dan telah menelantarkan Adit saat ke puskesmas tersebut, dihimbau agar memperbaiki sistim dan kinerja pelayanan bagi masyarakat dalam hal penyelamatan jiwa dan pemberian layanan kesehatan lainnya. (anjar/r/as)




