
JAKARTA, kabarSBI.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB) telah menerbitkan Berita Acara Serah Terima Proyek (BASTP) untuk Proyek Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kiloVolt (kV) Priok Barat – Tx Kemayoran Sirkit 1 dan Sirkit 2. Proyek ini merupakan bagian dari upaya PLN dalam menjaga keandalan dan stabilitas pasokan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Berlokasi di Jakarta Utara, proyek ini membangun jaringan kabel listrik bawah tanah sepanjang kurang lebih 2,76 kilometer sirkit (KMS). Dengan selesainya proses serah terima pada tahun 2025 ini, infrastruktur tersebut kini siap digunakan dan dikelola untuk mendukung penyaluran listrik yang lebih andal kepada masyarakat.

Penerbitan BASTP ini merupakan hasil kolaborasi lintas unit, melibatkan Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 4 (UPP JBB 4) selaku pelaksana pembangunan, PLN UIP JBB, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pulogadung, Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Ancol, serta Konsorsium PT Kabel Metal Indonesia (KMI) Wire and Cable Tbk dan PT Citramasjaya Teknikmandiri sebagai mitra pelaksana. Serah terima ini menandai bahwa aset telah memenuhi persyaratan teknis, legal, dan administrasi untuk selanjutnya dikelola oleh unit pengusahaan.
Manager UPP JBB 4, Sigit Hardiyanto, menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan dipastikan telah diselesaikan secara menyeluruh sebelum proyek diserahterimakan.
“Selama masa penyelesaian, kami memastikan seluruh catatan teknis dan administrasi dituntaskan agar infrastruktur yang dibangun aman, berkualitas, dan siap mendukung keandalan pasokan listrik,” ujar Sigit Hardiyanto, dalam siaran pers yang diterima redaksi situs berita ini, Rabu, 31/12/2025.
Senada dengan hal tersebut, Senior Manager Operasi Konstruksi I PLN UIP JBB, Arrum Rizkiani Nugrahanti, menegaskan bahwa pengendalian mutu dan keselamatan menjadi fokus utama dalam memastikan kesiapan aset sebelum diserahterimakan.
“Monitoring yang konsisten terhadap kualitas pekerjaan dan penerapan standar keselamatan dilakukan agar seluruh persyaratan teknis terpenuhi. Hal ini memastikan aset yang diserahterimakan benar-benar siap dioperasikan dan mendukung keandalan sistem ketenagalistrikan,” jelas Arrum.

Sementara itu, Senior Manager Operasi Konstruksi II PLN UIP JBB, Budi Ari Wibowo, menegaskan bahwa proses serah terima proyek merupakan fase penting dalam siklus pembangunan ketenagalistrikan.
“Serah terima proyek menandai peralihan dari tahap pembangunan ke tahap operasi dan pemeliharaan. Koordinasi lintas unit serta pemantauan progres yang berkelanjutan menjadi kunci agar aset ini dapat segera dimanfaatkan untuk memperkuat sistem kelistrikan Jakarta,” ungkapnya.
General Manager PLN UIP JBB, Yasir, menegaskan bahwa keberhasilan penerbitan BASTP ini sejalan dengan komitmen PLN UIP JBB dalam menghadirkan aset ketenagalistrikan yang berorientasi pada pelanggan.
“Dengan semangat Next Process Is Our Customer, setiap tahapan serah terima proyek kami pandang sebagai bagian dari layanan. Kolaborasi erat dengan unit pengusahaan dan pelanggan internal menjadi kunci agar aset yang diserahterimakan benar-benar siap dioperasikan dan memberikan kontribusi optimal,” ujarnya.
Sejalan dengan komitmen tersebut, PLN UIP JBB secara konsisten memperkuat koordinasi melalui inspeksi akhir masa pemeliharaan, konsinyering rutin, serta penyelesaian seluruh catatan teknis sebelum penutupan kontrak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur ketenagalistrikan yang diserahkan aman dan andal.
(amin/r/as)




