Raih Citra Pengobatan Alternatif Berprestasi Indonesia 2026, Ainul Al Haq Kalimantan Kian Diminati

Raih Citra Pengobatan Alternatif Berprestasi Indonesia 2026, Ainul Al Haq Kalimantan Kian Diminati 1JAKARTA, kabarSBI.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta ke-499, Profesi Indonesia memberikan penghargaan Profesi Award Tahun 2026 kepada DR (HC) M. Nur Aliyansyah Al Banjari dalam acara yang digelar di Hotel Ballroom Balairung, Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi DR (HC) M. Nur Aliyansyah Al Banjari dalam mengembangkan pengobatan alternatif di Indonesia. Ia dikenal sebagai Ketua Naungan Pusat Ainul Al Haq Jakarta-Kalimantan.

Raih Citra Pengobatan Alternatif Berprestasi Indonesia 2026, Ainul Al Haq Kalimantan Kian Diminati 2Dalam kesempatan tersebut, DR (HC) M. Nur Aliyansyah Al Banjari dinobatkan sebagai Citra Pengobatan Alternatif Berprestasi Indonesia Tahun 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprah dan pengabdiannya dalam bidang pengobatan alternatif yang telah banyak dikenal masyarakat.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum Profesi Indonesia, Sudrajat, serta disaksikan oleh Dewan Pembina Profesi Indonesia, Dr. H. Ir. Erman Suparno, MBA, M.Si. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai kalangan profesi.

Ketua Umum Profesi Indonesia, Sudrajat, menyampaikan harapannya agar penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pelaku pengobatan alternatif untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia juga berharap pengobatan alternatif khas Kalimantan semakin mendapat tempat di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan diraihnya penghargaan bergengsi tersebut, diharapkan pengobatan alternatif khas Kalimantan semakin dikenal luas dan semakin diminati masyarakat. Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi dunia pengobatan alternatif Indonesia dalam melestarikan metode pengobatan tradisional yang telah berkembang di tengah masyarakat.

 

Reporter: Djutari & Redaksi