KUNINGAN, kabarSBI.com – Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026 menjadi momentum strategis bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi serta memperkuat komitmen terhadap perlindungan dan kesejahteraan buruh di tengah dinamika perubahan zaman.
Di Kabupaten Kuningan, peringatan May Day tahun ini berlangsung dengan penekanan kuat pada pentingnya keadilan sosial, khususnya dalam menghadapi tantangan transformasi digital yang terus berkembang. Isu perlindungan hak pekerja di tengah disrupsi teknologi menjadi sorotan utama.
Kapolres Kuningan Jawa Barat, AKBP Muhammad Ali Akbar., S.I.K., M.Si, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal seluruh rangkaian kegiatan May Day dengan pendekatan yang humanis, profesional, dan berkeadilan. Ia memastikan bahwa pengamanan dilakukan secara optimal guna menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Menurutnya, peringatan 1 Mei bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi atas perjuangan panjang kaum buruh dalam memperjuangkan hak, keadilan, dan kesejahteraan. Oleh karena itu, kehadiran Polri menjadi bagian penting dalam menjamin kebebasan berpendapat sekaligus menjaga ketertiban umum.
Mengusung semangat “Keadilan Transisi Digital dan Perlindungan Hak Pekerja Tanpa Batas,” peringatan tahun ini menekankan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan regulasi dan perlindungan terhadap pekerja agar tidak menimbulkan ketimpangan sosial.
AKBP Muhammad Ali Akbar juga mengajak seluruh elemen buruh, pemerintah, dan masyarakat untuk menjaga kondusivitas serta mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat dan berkeadilan.
Dengan semangat kebersamaan pada May Day 2026, peringatan di Kuningan diharapkan tidak hanya menjadi simbol perjuangan buruh, tetapi juga langkah nyata dalam memperkuat persatuan, keadilan, dan kesejahteraan pekerja di era transformasi digital.
(tim/red)




