SPBU 44.513.23 Penaruban Weleri Diduga Bandel Masih Layani Pengangsu Solar, Warga Desak Polisi dan Pertamina Segera Turun

SPBU 44.513.23 Penaruban Weleri Diduga Bandel Masih Layani Pengangsu Solar, Warga Desak Polisi dan Pertamina Segera Turun 1KENDAL, kabarSBI.com – Disaat sejumlah awak media Pekalongan, perjalanan menuju Ungaran sempat mampir di sebuah SPBU 44.513.23 Desa Penaruban, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal karena ada satu awak media yang mau ke kamar mandi, pada Selasa 19 Mei 2026.

SPBU 44.513.23 Penaruban Weleri Diduga Bandel Masih Layani Pengangsu Solar, Warga Desak Polisi dan Pertamina Segera Turun 2Sejumlah awak media tidak sengaja melihat beberapa truk sedang antri isi BBM Solar subsidi dengan nopol nopol yang mencurigakkan, kemudian salah satu nopol tersebut kami cek ternyata tidak sesuai dengan unitnya.

Kemudian temen temen menduga kuat bahwa truk truk tersebut sedang melangsir / ngangsu Solar Subsidi. Selanjutnya kami mengambil dokumen vidio foto sejumlah truk yang diduga kuat sedang ngangsu solar karena nopolnya mencurigakan.

Kami juga menemukan bukti ada 1 unit mobil truk warna kepala kuning, bak putih, terpal biru, mengisi solar subsidi 2 kali dengan jeda waktu tidak lama kurang lebih 5 menit hanya mutar saja lalu ngisi dengan modus ganti nopol dan barcode.

Menurut keterangan salah satu warga setempat yang tidak mau menyebutkan namannya mengatakan, bahwa SPBU tersebut setiap hari memang banyak truk truk siluman sedang menunggu antrian, diduga kuat sedang ngangsu solar.

Dengan adanya temuan tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi melalui pesan Whasaap dan telp Whatsaap kepada Dayat sebagai mandor atau penanggung jawab SPBU tersebut, namun sangat disayangkan, sampai berita ini diterbitkan belum ada jawaban atau keterangan dari pihak SPBU.

Masyarakat berharap pihak Aparat Penegak Hukum setempat, Polsek Weleri, Polres Kendal, Polda Jateng hingga Mabes Polri segera turun dan menindak tegas para mafia solar di SPBU 44.513.23 Desa Penaruban, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, karena kegiatan tersebut sangat merugikan negara.

Selain itu masyarakat juga mendesak pihak SBM Pertamina dan BPH Migas diminta segera turun, silahkan cek CCTV 30 hari kebelakang untuk memastikan kebenarannya secara terbuka dan jujur, karena pantauan awak media pada hari Selasa 19/5/2026, terdapat temuan 1 unit mobil Truk ngisi solar 2 kali dalam jeda waktu hanya 5-10 menit, modusnya ganti nopol dan barcode, diduga ada indikasi kerjasama pihak pengangsu solar dengan oknum operator SPBU.

 

Red/Herman