
JAKARTA, kabarSBI.com – Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Kota Administrasi Jakarta Utara telah menggelar program Pelatihan Tenaga Kerja Mandiri (TKM), bidang tata rias kecantikan tahun 2026.
Pada program itu, terjaring sebanyak 200 warga Jakarta Utara dari enam kecamatan, melalui 4 angkatan. Angkatan pertama hingga angkatan ke empat dilaksankan sejak bulan April sampai pada 17 Juli 2026, masing-masing angkatan diikuti 50 orang peserta.
Sudin Nakertransgi Jakarta Utara telah membekali peserta dengan keterampilan Kursus praktis seperti tata rias wajah (makeup) artis, penataan rambut dasar dan lainya.
Kepala Sudin Nakertransgi Jakarta Utara Noviar Dinaryanti, mengatakan program pada bidang bidang tata rias kecantikan ini bertujuan menciptakan wirausaha baru sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah Jakarta Utara.
Langkah ini, kata Novi sapaan akrab Noviar Dinaryanti, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Jakarta Utara melalui jalur pemberdayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Bidang pelatihan ini telah disesuaikan dengan tren pasar yang memiliki peluang bisnis tinggi di tengah masyarakat dan kalangan usaha kecantikan. Tidak sedikit binaan kami yang telah berhasil mengembangkan bakat dan usahanya hingga masuk kalangan artis,” ungkat Novi.
Tidak hanya dibekali teori bisnis dan praktik keterampilan, para peserta juga mendapatkan keuntungan tambahan untuk memulai usaha. Pemerintah memberikan fasilitas berupa konsumsi selama masa pelatihan, lima hari. Sertifikat kelulusan resmi dari Sudin Nakertransgi Jakarta Utara, dan bantuan alat rias sebagai pematik awal fisik untuk dapat segera membuka usaha mandiri di rumah.

“Mereka yang telah mengikuti pelatihan tata rias wajah/mikeup artis adalah orang-orang yang kami harapkan dapat bersaing didunia usaha kecantikan. Dengan bekal keterampilan yang kami berikan diharapkan mampu usaha mandiri demi membantu ekonomi keluarga mereka,” jelasnya.
Selain itu, Sudin Nakertransgi Jakarta Utara juga memfasilitasi binaanya untuk tergabung dalam sistem integrasi dengan Ekosistem Jakpreneur. Lewat wadah ini, para wirausaha baru tersebut akan terus didampingi oleh mentor penasehat usaha guna mendapatkan bimbngan dalam aktivitas usahanya.
“Kami juga berharap para peserta tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu menjadi pencipta lapangan kerja baru bagi lingkungan sekitarnya,” harap Novi bersamanya Kepala Seksi P3T Sudin Nakertransgi Jakarta Utara, Muhammad Yasil Farabi. (min/r/as)




