
JAKARTA, kabarSBI.com – Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Adm Jakarta Utara mengutarakan terkait sorotan publik atas program pengelolaan dan pengembangan sistem drainase terhubung langsung dengan sungai pada kegiatan pembangunan saluran di Jalan Bugis Kelurahan Kebon Bawang dan sisi barat Jl. Enim 2 Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pembangunan saluran di Jl Bugis hingga jalan Enim dengan kontruksi precast u-ditch sebuah elemen beton cetakan pabrik berstandar bertujuan untuk mempercepat waktu dan kualitas pekerjaan.
Namun demikian pada pelaksanaan pekerjaan itu menimbulkan beberapa kendala dilapangan seperti keberadaan pohon pelindung dan situasional teknis pekerjaan.

Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Drainase Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Jakarta Utara, Boris Karlop Lumbangaol membenarkan adanya penebangan pohon di Jalan Bugis Kebon Bawang. Namun begitu pihaknya telah mengajukan permohonan penebangan dan mendapatkan izin serta rekomendasi teknis dari Instansi berwenang.
“Yang melakukan penebangan bukan dari pihak kami.Sudin SDA mupun rekanan. Kami hanya bermohon dan mengganti pohon penggantinya. Sesuai izin yang diberikan ada tujuh pohon dan penggantinya ada 21.pohon,” jelas Boris, Kamis, 4/9/2025.
Ia menjelaskan 21 pohon pengganti dengan diameter umumnya lebih dari 20 cm dengan ketinggian 3 – 5 meter telah diserah terimakan pada Dinas Taman dan Hutan Kota DKI Jakarta. Pohon – pohon tersebut telah ditanam di RTH Kebagusan, Jakarta Selatan.
“Tentu dalam melaksanakan pekerjaan kami tidak.mungkin melanggar ketentuan. Pasti kami berhati – hati demikian pula kami tegaskan pada pelaksana pekerjaan agar tidak melakukan pelanggaran dan mampu memberikan pelayanan pada masyarakat agar program pembangunan dapat bermanfaat,” jelasnya.
Adapun terkait teknis lainnya yaitu tiada benol atau lantai kerja untuk peletakan uditch dalam pembangunan saluran penghubung Jalan Bugis, disebabkan karena situasional lapangan.
“Kendalanya karena jika benol dilakukan maka semua saluran pembuangan warga harus ditutup atau dialihkan. Karena tidak mungkin itu dikerjakan sementara air pembuangan warga tidak ditutup. Bila semua harus ditutup otomatis warga pasti komplen, ini yang kami hindarkan,” terang Boris.
Namun begitu, katanya, situasional lapangan sangat menentukan item kerja. Peran pengawas dan informasi masyarakat sangat membantu dinas dalam menentukan keputusan dan atau kebijakan.
“Tidak semua, tidak dikerjakan benol.Ada pula yang dikerjakan yang terpenting volume pekerjaan itu yang dihitung. Dalam penghitungan volume tentu didukung dengan data dan hasil pengawasan karena itu akan menentukan tagihan hasil kerja rekanan pada pemprov DKI Jakarta,” paparnya.
Pembangunan saluran penghubung precast u-ditch di Jalan Bugis dan Jalan Enim dikerjakan sejak bulan Juli 2025, dan kini telah rampung dikerjakan oleh PT Buhid Pilar Persada. Proyek senilai tiga miliaran rupiah ini bertujuan memperlancar saluran air warga terhubung dengan kali.
U-Ditch dipilih karena keunggulannya dalam mengelola air hujan dan limbah, sehingga sangat cocok untuk proyek drainase perkotaan. Selain itu, u-ditch juga mudah dipasang dan dirawat, serta memiliki kekuatan dan ketahanan yang baik terhadap beban lalu lintas dan kondisi cuaca ekstrem.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekitar dengan mengurangi risiko banjir dan genangan air yang dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan lingkungan. Dengan demikian, pembangunan saluran penghubung precast U-Ditch di Jalan Bugis dan Jalan Enim merupakan langkah penting dalam meningkatkan infrastruktur kota dan menjaga keselamatan warga.
(smn/r/as)




