KUNINGAN, kabarSBI.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, U Kusmana, mencuri perhatian dalam sesi penilaian seleksi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Ia tercatat sebagai peserta dengan durasi presentasi terlama, bukan karena bertele-tele, melainkan karena kehendaknya untuk menyampaikan gagasan secara menyeluruh dan mendalam.
Usai sesi penilaian, Kusmana membenarkan bahwa dirinya memang meminta waktu tambahan kepada tim asesor. Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar setiap bagian dari visi dan strateginya dapat dipahami secara utuh. “Saya sengaja meminta waktu tambahan supaya bisa menjelaskan sejelas-jelasnya, biar semuanya terang benderang. Saya tidak ingin gagasan besar ini diterima sepotong-sepotong,” tegasnya.
Selama kurang lebih 40 menit, Kusmana tampil memukau di hadapan tim penguji. Ia tidak hanya menjawab pertanyaan dengan lugas, tetapi juga menampilkan kepemimpinan yang visioner dan sistematis. Fokusnya adalah memastikan seluruh konsep dan strategi birokrasi yang ia rumuskan dapat tersampaikan secara komprehensif, mulai dari penguatan manajemen aparatur hingga pembenahan tata kelola pemerintahan daerah.
Dalam makalah yang ia presentasikan, Kusmana mengusung visi “Sekda sebagai motor penggerak transformasi tata kelola pemerintahan menuju Kuningan Melasat.” Ia menegaskan bahwa posisi Sekda tidak semestinya hanya berperan administratif, tetapi juga harus menjadi penggerak utama dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang dinamis, efisien, dan berorientasi hasil.
Kusmana menutup presentasinya dengan pesan kuat: Sekda harus menjadi “panglima ASN”, yang memimpin barisan aparatur untuk mengawal setiap program strategis kepala daerah. Pendekatan komprehensif dan visi transformatifnya menjadikan Kusmana salah satu kandidat yang dinilai memiliki potensi besar membawa Kuningan menuju tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan unggul.



