Witno 7 Tahun Menderita “Lumpuh” Keluarga Berharap Bantuan Pemerintah

Daerah, Headline2282 Dilihat
Witno 7 Tahun Menderita "Lumpuh" Keluarga Berharap Bantuan Pemerintah 1
Witno, 35, berharap bantuan kesehatan dari pemerintah. (dok)

CIAMIS, kabarSBI.com – Witno, warga Kampung Ranca Sebung, Dusun Marjan RT 07/05 Desa Ratawangi, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat harus mengalami sakit struk yang membuatnya “lumpuh” lebih dari tujuh tahun.

Pria berusia 35 tahun ini sudah tidak bisa beraktivitas seperti orang pada umumnya. Bahkan untuk bergerak dan makannyapun mengandalkan bantuan dan belaskasih dari tetangga dan kakak kandungnya.

“Awal mula adik saya Witno ini sakit panas biasa, lalu berobat kemantri yang biasa keliling. Sempat di opname (diinpus) tapi hanya di rumah saja ditangani dan diberi obat oleh mantri itu. Saya juga sudah lupa siapa manteri itu namanya,” kata Ny. Mustifah, kaka Witno kepada situs berita ini, Senin, 20/1/2020.

Ia mengungkap setelah beberapa hari mendapatkan pengobatan dari manteri tidak mendapatkan perubahan yang lebih baik. Malah, kata dia, sakitnya semakin jadi dan bicaranya semakin susah.

Dia sempat menduga ada salah dalam pemberian obat. Sebab, kata dia, saat Witno berobat ke dokter, dokternya bilang ada kesalahan obat.

“Bicaranya juga susah, lama – kelamaan sakitnya semakin parah seperti orang struk. Kami keluarga sangat sedih sekali-karena usia adiknya yang masih tergolong muda dan belum pernah berumah tangga,” tutur Mustifat.

Nampak kesedihan sang kaka karena harus mengurus adiknya sudah tidak bisa kemana-mana, makan dan tidur sudah di bale saja. Ia juga harus mengurus sang ibu kandung yang sudah lanjut usia.

“Ibu juga sudah lansia, usianya sudah lebih 60 tahun. Apalagi suami kerjanya serabutan jadi pendapatan tidak menentu,” jelas Mustifah, ibu dua anak itu sambil megusap air mata.

Dengan terbata-bata ia meyebutkan hingga saat ini derita yang dialami Witno, adiknya itu sudah berjalan tujuh tahun. Padahal ia berharap adiknya dapat kebali menjadi lelaki normal yang dapat membantu orang tua dan keluarga.

“Sampai sekarang sakitnya sudah berjalan tujuh tahun. Saya belum pernah bawa kerumah sakit karena tidak ada biaya,” jelas Mustifat yang rumahnya hantya berjarak sepuluh menit dari rumah kepala desa Ratawangi.

Ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah Kabupaten Ciamis dapat membantu beban hidupnya.

“Saya sangat berharap bantuan kesehatan apapun dari pemerintah agar adiknya (Witno) dapat penanganan secara medis. Saya sangat megharapkan bantuan pemerintah,” harapnya. Meski begitu ia mengaku sempat medapat bantuan dari pemerintah untuk bedah rumah (Mutilahu) pada tahun 2019.

Semetara itu Kepala Desa Ratawangi Tarsono saat dikonfirmasi di kantornya tidak ada ditepat begitu pula di rumah dinasnya.

“Bapak sedang tengok yang sakit ke daerah Tasik,” pungkas istri kades itu. (bono/r/as)