JAKARTA, kabarSBI.com – Pimpinan Redaksi Kabarsbi.com, Agung Sulistio, mengingatkan sahabat tentang pentingnya berbakti kepada ibu selagi masih diberi kesempatan. Ia menilai, banyak orang baru merasakan kehilangan dan penyesalan ketika sosok ibu telah tiada di dunia.
Menurut Agung, ibu adalah sumber kasih sayang yang tidak tergantikan dalam kehidupan seseorang. Pengorbanan seorang ibu sejak mengandung, melahirkan, hingga membesarkan anak merupakan bentuk cinta yang tidak bisa diukur dengan apa pun.
“Selagi ibu masih ada, berbaktilah dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai kita baru sadar betapa berharganya sosok ibu setelah beliau tidak lagi ada di dunia ini,” ujar Agung.
Ia mengatakan, dalam kehidupan modern saat ini banyak orang yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan, pergaulan, maupun aktivitas lainnya hingga melupakan waktu untuk sekadar menemui, menyapa, atau membahagiakan ibu mereka.
Padahal, kata dia, perhatian kecil seperti menemani, mendengarkan cerita, hingga mencium tangan ibu merupakan bentuk penghormatan yang sangat berarti. Doa seorang ibu juga diyakini menjadi salah satu kunci keberkahan dalam kehidupan anak-anaknya.
Agung juga menyinggung suasana bulan Ramadan yang penuh makna kebersamaan dengan keluarga. Menurutnya, bagi mereka yang masih memiliki ibu dan ayah, momen ini seharusnya dimanfaatkan untuk lebih banyak berbakti dan meluangkan waktu bersama.
“Di bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, kebersamaan dengan orang tua terasa sangat berarti. Bagi mereka yang sudah tidak memiliki ibu dan ayah, momen seperti ini sering menghadirkan rasa sedih dan kerinduan yang mendalam,” ungkapnya.
Agung menilai, penyesalan sering kali datang terlambat. Ketika ibu telah tiada, kesempatan untuk meminta maaf, memohon doa, atau menunjukkan rasa sayang tidak lagi bisa dilakukan.
Karena itu, ia mengajak sahabat untuk tidak menunda berbakti kepada ibu. Menurutnya, selama ibu masih hidup, setiap anak memiliki kesempatan untuk membahagiakan dan menghormatinya.
“Jangan tunggu kehilangan baru kita sadar. Selagi ibu masih ada, muliakan dan bahagiakan beliau. Karena ketika beliau sudah tidak ada, penyesalan tidak akan pernah bisa mengembalikan waktu,” kata Agung.
(red)




