Bocah Tertabrak Jip Hummer di Operasi Limpa di RSMK Kelapa Gading

Bocah Tertabrak Jip Hummer di Operasi Limpa di RSMK Kelapa Gading 1
M Yusuf terbaring di RSMK Kelapa Gading, Jakarta Utara. (dok)

JAKARTA, kabarSBI.com – Kasus bocah M Yusuf Anwar (10) korban tertabrak sebuah mobil Jip Hummer No Polisi B 199 AHK di Jalan Serdang Raya RT 04 RW 04 Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu lalu, membuat kesedihan mendalam bagi orang tua dan keluarga korban.

Pasalnya, Yusuf anak dari seorang ibu Evi Rohana yang masih sekolah dasar (SD) itu harus kehilangan organ tubuhnya setelah dilakukan pengangkatan limpa (splenektomi) melalui operasi bedah di Rumah Sakit Mitra Keluarga (RSMK) Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Yusuf kecil hingga kini masih di rawat di ruang rumah sakit tersebut. Terkait biaya rumah sakit masih di tanggung keluarga. Pihak pelaku yang kabarnya akan menjamin biaya rumah sakit belum menunjukan itikad baik dengan mendatangi keluarga korban.

Menurut Suprapto, paman korban, pelaku dan pengacaranya belum menunjukan itikad baik dengan mendatangi keluarga korban.

“Kami hanya di yakini pihak kepolisian, pada unit Polantas Jakarta Pusat. Pelaku, katanya akan bertanggungjawab. Tapi pelakunya sendiri belum pernah berkunjung kesini (rumah sakit) maupun menghubungi keluarga kami,” ujar Suprapto kepasa tim kabarsbi.com, di RSMK Kelapa Gading, Selasa, 18/9/2018.

Bocah Tertabrak Jip Hummer di Operasi Limpa di RSMK Kelapa Gading 2
Suprapto

Ia mengaku biaya pengobatan rumah sakit sangat mahal mengingat ponakanya Yusuf harus menjalani operasi bedah.

“Operasi sudah dilakukan dan kami sekeluarga sangat sedih karena anak kami harus kehilangan salah satu organ tubuhnya. Limpa itu fungsinya untuk produksi darah jadi ponakan saya harus minum obat antibiotik seumur hidup, kalau itu tidak dilakukan nyawa ponakan saya tidak dapat tertolong,” jelasnya.

Lebih menyedihkan lagi, kata dia, kasus yang menimpa ponakannya telah menjadi konsumsi publik melalui pemberitaan disejumlah media.

“Banyak informasi yang kurang benar dibilang pelaku ngantuk tapi banyak orang bilang pelaku sebenarnya mabuk. Lalu diberitakan ponakan saya luka memar pada perut dan kaki padahal tidak seringan itu, ponakan saya di operasi dan kini harus kehilangan limpa dan seumur hidupnya akan bertergantungan pada obat,” ungkap dia bersamanya ibu korban, Evi Rohana.

Pihak keluarga korban berharap pelaku dapat menunjukan itikad baik dengan mempertimbangkan kondisi yang dialami keluarga korban.

“Kami sendiri tidak tahu siapa nama pelakunya, dimana rumahnya. Kami hanya di beritahu melalui pihak polisi saat kami bertemu di kantor polisi pelaku seperti biasa saja, dan yang saya tahu pelaku tidak ditahan,” beber dia.

Sementara itu, Wawan, pria yang disebut sebut sebagai pengacara pelaku kepada kerabat korban mengaku sedang di luar kota.

“Saya sedang di luar kota, rencananya kami akan temui keluarga korban besok (Rabu/19/9/2018) tapi jamnya belum tau,” kata wawan seperti ditirukan kerabat korban Arthur Mumu.

Menurut Wawan pihaknya sudah komunikasi dengan pelaku pengendara dihadapan penyidik akan bertanggungjawab sepenuhnya atas segala biaya dan segala yang ditimbulkan. Dan pihaknya mengaku tidak ada pemikiran lepas tanggungjawab atau melarikan diri.

“Kami tidak lari, kami bersedia menganti biaya. Bagaimana mau dibantu membayar semua biaya rumah sakit sampai hari ini tidak ada pengajuan dari pihak keluarga korban. Jadi kami bukannya tidak bertanggungjawab,” ucap wawan kepada Arthur melalui sambungan handphone, Selasa, 18/9/2018.

Bocah Tertabrak Jip Hummer di Operasi Limpa di RSMK Kelapa Gading 3
Jip Hummer dilokasi kejadian. (dok)

Kronologis

Berdasarkan informasi yang dihimpun situs ini, pada hari Minggu (16/9/2018) sekitar pukul 21.00 WIB sebuah mobil Jip Hummer yang dikemudikan Tuldip melaju dengan kecepatan cukup tinggi pada sebuah jalan aspal dua arah dengan lebar tidak lebih dari 5 meter, lalulintas jalan tersebut cukup ramai.

Tuldip pengemudi Jip melaju dari arah jalan Bendungan Jago menuju jalan lapangan Poros. Tiba -tiba pengemudi yang di duga mabuk akibat minuman keras menabrak M Yusuf bocah 10 tahun yang sedang duduk pada sebuah motor yang sedang berhenti di tepi jalan, yusuf menunggu ibunya yang sedang membeli sesuatu saat itu.

Menurut Agus Cahyono (31), saksi mata, seorang pedagang pecel lele, dilokasi menyebutkan Mobil melaju dengan kecepatan tinggi hingga mengeluarkan suara gerung kenalpot kenceng.

“Saat mobil melaju posisi kenceng suaranya sangat keras, tiba – tiba saya mendengar suara grubrakkk. Saya sendiri sampai loncat dari tempat jualan. Setelah saya tengok mobil menabrak sebuah motor yang sedang parkir di tepi jalan. Saya tidak tahu posisi motor terpental dimana yang saya lihat seorang anak kecil terkapar di jalan saya hampiri untuk menolongnya,” aku dia.

“Saya sempat buka baju anak itu sebelum dibawa kerumah sakit dengan angkutan bajaj. Badan sebelah kiri luka baret banyak mungkin karena terpental. Saya bilang yang kuat ya de, yang kuat ya de..sambil saya tiup -tiup tubuhnya yang luka sepertinya luka dalam,” ungkap Agus, Selasa (18/9/2018) malam.

Bocah Tertabrak Jip Hummer di Operasi Limpa di RSMK Kelapa Gading 4
Agus Cahyono tunjukan posisi korban dan tiang listrik yang terhantam Jip Hummer di lokasi kejadian, Jalan Serdang, Jakpus, Selasa (18/9/2018) malam. (dok)

Ditempat yang sama, sejumlah warga sekitar, selasa malam, menyatakan kekecewaanya pada pihak yang menyebut pelaku penabrak dalam keadaan ngantuk. Warga menyakini pelaku tidak dapat mengendalikan kendaraanya karena pengaruh alkohol atau mabuk.

“Mobil Jip mewah seperti jenis Hummer itu sering melintas jalan Serdang ini. Sering melintas, ya kalau melintas selalu ngebut dengan mengeluarkan suara keras dari reacing mobil tersebut,” kata warga dilokasi kejadian depan Alfamart.

“Gak bener itu kalau dibilang ngantuk jelas pelaku itu sering lewat ngebut dan mabuk,” timpal warga lainnya.

sebelumnya, Perwira unit (Panit) Urai Satlantas Jakarta Pusat, Iptu Setiyono mengatakan pengemudi mobil Hummer, Kuldip yang menabrak bocah laki-laki di Kantor Pegadaian, Jalan Serdang Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, belum membantu korban tabrakan.

“Sudah disarankan untuk membantu korban, kasihan soalnya,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (18/9) seperti di kutip elshinta.com dari Antara.

Iptu Setiyono melanjutkan, korban berusia sepuluh tahun bernama M. Yusuf Anwar itu masih menjalani perawatan akibat luka memar di perut dan kaki yang dialaminya di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Orangnya kooperatif, mudah dihadirkan,” ungkapnya.

Kasatlantas Polres Jakarta Pusat AKBP Juang mengatakan, tabrakan diduga karena pengemudi mobil mengantuk. “Sementara dugaanya masih mengantuk ya, tapi kami masih dalami, masih diperiksa,” kata Juang, Senin, di kutip kompas.com, Rabu, 19/8/2018.

Lebih lanjut disebutkan, Jip Hummer yang dikendarai Kuldip melintas di Jalan Serdang Raya pada sekitar pukul 21.00 WIB. Saat melintas di dekat kantor Pegadaian, tanpa penyebab yang pasti mobil tersebut tiba-tiba melaju semakin ke pinggir jalan dan menabrak Yusuf yang tengah memarkirkan kendaraannya.

Yusuf saat itu duduk di sepeda motor tersebut. Tabrakan itu membuat Yusuf terpental beberapa meter dan mengalami luka di kaki kirinya. (tim)

Kabar Terbaru