Bengkulu Tengah, kabarSBI – Pemerintah Desa Ujung Karang, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, terus berinovasi dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Muda, desa ini kini mengelola 418 ekor ayam petelur.(29/8)
Program budidaya ayam petelur ini diharapkan tidak hanya menjamin ketersediaan pangan bergizi, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi desa serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Hadir dalam acara peresmian program ketahanan pangan ini Camat Karang Tinggi, Pendamping Desa, serta tokoh masyarakat yang menyampaikan apresiasi atas langkah positif yang dilakukan pemerintah desa.
Kepala Desa Ujung Karang menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen desa dalam mendorong kemandirian pangan. “Budidaya ayam petelur ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. BUMDes Tunas Muda akan mengelolanya secara berkelanjutan agar hasilnya bisa dirasakan bersama,” jelasnya.
Camat Karang Tinggi dalam sambutannya juga menyampaikan dukungan dan harapan agar program ini dapat dijalankan dengan baik. “Kami memberikan apresiasi atas inisiatif Desa Ujung Karang. Semoga budidaya ayam petelur ini bisa menjadi contoh yang dapat ditiru desa lain di Bengkulu Tengah,” katanya.
Tokoh masyarakat Ujung Karang, [Nama Tokoh], juga menilai langkah ini sangat tepat. “Kami masyarakat sangat mendukung program ini. Dengan adanya ayam petelur, kebutuhan telur di desa bisa tercukupi dan bahkan bisa menjadi sumber usaha bagi warga. Semoga program ini terus berkelanjutan,” ungkapnya.
Dengan hadirnya program ketahanan pangan ini, Desa Ujung Karang optimistis mampu meningkatkan kesejahteraan warganya sekaligus memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa.
(Tim liputan)






