JAKARTA, kabarSBI.com – Dalam momentum peringatan Hari Santri 2025, Agung Sulistio, Pimpinan Redaksi Media Sahabat Bhayangkara Indonesia (SBI), menegaskan pentingnya akhlak santri sebagai fondasi moral dalam membangun peradaban bangsa yang bermartabat. Menurutnya, santri bukan hanya simbol religiusitas, tetapi juga penjaga nilai luhur yang menjadi pilar tegaknya bangsa Indonesia di tengah tantangan globalisasi yang kian mengikis moral generasi muda.
Agung menuturkan, dari pesantren lahir nilai kejujuran, kedisiplinan, dan keikhlasan — tiga pondasi utama yang menjadi nafas perjuangan bangsa. “Akhlak santri adalah cermin dari akhlak bangsa. Jika santri kuat akhlaknya, maka Indonesia akan teguh berdirinya,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Jakarta. Ia menambahkan, santri bukan hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual dan sosial.
Lebih jauh, Agung menilai bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif untuk menguatkan kembali karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Dalam pandangannya, semangat santri yang berakar pada cinta tanah air dan keteguhan iman harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata — baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan.
Pimpinan Redaksi SBI itu juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan santri dalam menjaga keutuhan NKRI. Ia menekankan bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi dan kemajuan teknologi, bangsa ini memerlukan generasi yang tidak hanya melek informasi, tetapi juga berakhlak dan berintegritas. “Teknologi tanpa moralitas hanya akan melahirkan generasi yang kehilangan arah,” tegas Agung.
Menutup pesannya, Agung Sulistio menyerukan agar Hari Santri 2025 dijadikan titik tolak kebangkitan moral bangsa. “Dari akhlak santri, lahir Indonesia bermartabat,” pungkasnya. Seruan ini bukan sekadar kata-kata, tetapi panggilan nurani bagi seluruh anak bangsa untuk kembali menegakkan nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri Indonesia sejati — bangsa yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.




