Dari Lapangan Voli di Tapal Batas, Cibingbin Kuningan dan Penanggapan Brebes Rajut Persaudaraan Jabar-Jateng

Daerah, Nasional, Sosial11 Dilihat

Dari Lapangan Voli di Tapal Batas, Cibingbin Kuningan dan Penanggapan Brebes Rajut Persaudaraan Jabar-Jateng 1BREBES, KabarSBI.com — Lapangan voli di kawasan Tugu Perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi titik pertemuan dua wilayah pada Senin, 2 November 2026. Tim voli Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berhadapan dengan tim voli Penanggapan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dalam pertandingan sparing yang berlangsung penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

Dari Lapangan Voli di Tapal Batas, Cibingbin Kuningan dan Penanggapan Brebes Rajut Persaudaraan Jabar-Jateng 2Pertandingan tersebut bukan semata-mata menjadi ajang menguji kemampuan dan kekompakan masing-masing tim. Lebih dari itu, pertemuan kedua tim memperlihatkan bagaimana olahraga dapat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, silaturahmi, serta persaudaraan masyarakat di kawasan perbatasan dua provinsi.

Kawasan Tugu Perbatasan Jabar-Jateng, Jati, Desa Penanggapan, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 52265, menjadi saksi pertemuan para pencinta olahraga voli dari dua daerah. Meski secara administratif berada di provinsi berbeda, semangat yang dibangun di lapangan justru menunjukkan bahwa olahraga mampu menghapus sekat wilayah.

Pertandingan berlangsung dinamis. Para pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya, sekaligus menjaga etika pertandingan dan menghormati lawan. Atmosfer tersebut menjadi gambaran bahwa kompetisi tidak selalu harus berujung pada rivalitas yang tajam, tetapi dapat menjadi sarana membangun karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan persahabatan.

Agung Sulistio, selaku Pimpinan Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (KabarSBI.com), Ketua II DPP Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI), sekaligus Ketua Umum Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT), memberikan apresiasi terhadap kegiatan olahraga tersebut.

Agung menilai kegiatan sparing antartim seperti ini patut terus didorong karena memberikan ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. “Olahraga bukan hanya tentang menang dan kalah. Di dalamnya ada disiplin, kekompakan, sportivitas, dan persaudaraan. Ketika tim dari dua wilayah bertemu dalam suasana positif seperti ini, manfaatnya jauh lebih besar daripada sekadar pertandingan,” ujar Agung.

Ia berharap semangat olahraga di kawasan perbatasan dapat terus berkembang melalui pertandingan persahabatan maupun kompetisi yang terarah. Dari lapangan voli di tapal batas tersebut, Cibingbin Kuningan dan Penanggapan Brebes menunjukkan bahwa perbedaan wilayah bukan penghalang untuk membangun persaudaraan, sementara olahraga dapat menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam semangat kebersamaan. (red)