Ketua Umum GMOCT Bertemu Om John di Pekalongan, Soroti Dugaan Tindakan Kekerasan terhadap Burung Merpati Milik Anak Kecil

Ketua Umum GMOCT Bertemu Om John di Pekalongan, Soroti Dugaan Tindakan Kekerasan terhadap Burung Merpati Milik Anak Kecil 1PEKALONGAN, kabarSBI.com – Ketua Umum Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT), yang juga Pimpinan Redaksi KABARSBI.COM serta Ketua II Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (DPP LPK-RI), Agung Sulistio, melakukan pertemuan dengan sosok yang dikenal luas di kalangan pecinta merpati kolong di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yaitu Om John. Pertemuan tersebut membahas perkembangan olahraga merpati kolong, termasuk pelaksanaan perlombaan di kawasan Trisakti Yamayasa Cohak, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Om John menyampaikan keprihatinannya atas informasi mengenai dugaan tindakan kekerasan terhadap seekor burung merpati milik seorang anak kecil yang dikabarkan mengalami patah kaki. Menurutnya, apabila informasi tersebut benar, tindakan demikian tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan nilai sportivitas, etika perlombaan, serta rasa kemanusiaan yang selama ini dijunjung tinggi oleh komunitas pecinta merpati kolong.

Om John menegaskan bahwa setiap perlombaan seharusnya menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, membangun solidaritas, serta menunjukkan kualitas burung melalui persaingan yang sehat dan bermartabat. Ia berharap tidak ada lagi tindakan yang dapat merugikan peserta, terlebih jika korbannya adalah anak-anak yang sedang menyalurkan hobi dan kecintaannya terhadap dunia merpati kolong.

Sementara itu, Agung Sulistio menyampaikan bahwa dunia olahraga dan hobi merpati kolong harus dijaga dari berbagai tindakan yang dapat mencederai rasa keadilan, sportivitas, maupun nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, setiap dugaan pelanggaran etika maupun tindakan yang merugikan pihak lain patut menjadi perhatian seluruh komunitas agar kepercayaan masyarakat terhadap olahraga merpati kolong tetap terpelihara.

Ia juga mengajak seluruh panitia perlombaan, peserta, pemilik burung, dan komunitas pecinta merpati di berbagai daerah untuk mengedepankan sikap saling menghormati, menyelesaikan setiap persoalan secara bijaksana, serta menolak segala bentuk tindakan kekerasan terhadap hewan maupun perbuatan yang berpotensi menimbulkan konflik di lingkungan komunitas.

Lebih lanjut, Agung Sulistio menegaskan bahwa media memiliki fungsi sebagai kontrol sosial dengan menyampaikan informasi secara berimbang, akurat, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, setiap informasi terkait dugaan insiden dalam perlombaan harus diklarifikasi kepada seluruh pihak yang berkepentingan agar pemberitaan tetap menjunjung tinggi asas keberimbangan, akurasi, serta prinsip praduga tak bersalah.

Pertemuan antara Agung Sulistio dan Om John di Pekalongan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh komunitas merpati kolong dalam menjaga sportivitas, menjunjung tinggi etika perlombaan, serta memastikan setiap peserta memperoleh perlakuan yang adil. Keduanya berharap dunia merpati kolong di Indonesia terus berkembang sebagai hobi yang positif, berprestasi, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan mampu mempererat persaudaraan di antara seluruh pecinta burung.

 

(tim/red)