
JAKARTA, kabarSBI.com –
Pemerintah DKI Jakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jakarta Utara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan, pendampingan dan kiat efesiensi produk kepada pelaku UMKM guna meningkatkan kualitas dan lebih hemat produk.
Demikian seperti dilakukan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Utara, saat menggelar pelatihan peningkatan efisiensi produk, di Aula Kantor Sudin Nakertransgi, Jalan Plumpang Semper, Koja Jakarta Utara, Rabu, 8/4/2026.
Pada kegiatan itu, puluhan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Jakarta Utara tampak antusias mengikuti pelatihan peningkatan efisiensi produk dari Sudin Nakertransgi Jakarta Utara bersama PT Asianagro Agung Jaya.
Pelatihan itu diikuti sekitar 30 peserta yang mayoritas bergerak di bidang usaha kuliner. Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi produksi di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku dan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pelaku UMKM dalam mengelola usaha mereka, sehingga dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan dan persaingan di era digital.
Kepala Sudin Nakertransgi Kota Jakarta Utara, Noviar Dinaryanti, berkomitmen terus menguatkan UMKM,.melalui program kerjanya guna menciptakan UMKM yang handal, ekonomis dan berdaya saing.
“Pemerintah DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan UMKM di Jakarta Utara. Kami akan terus memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produk mereka,” ujar Noviar Dinaryanti.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM di Jakarta Utara dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian Jakarta.
Pihaknya menyebutkan berbagai fasilitas dan program untuk mendukung perkembangan UMKM, seperti akses ke pasar, perlengkapan, dan teknologi. Dengan demikian, pelaku UMKM di Jakarta Utara dapat lebih mudah dalam mengembangkan usahanya.
” Harapan kami agar pelaku usaha di Jakarta Utara dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan sejahtera,” harapnya.
Salah seorang peserta Pelatihan Sudin Nakertransgi Rani (38), warga Kalibaru, Cilincing, mengaku senang bisa kembali mengikuti pelatihan tersebut. Ia merasakan langsung manfaat dari materi dan praktik yang diberikan, terutama dalam teknik pengolahan makanan.
“Alhamdulillah senang sekali bisa ikut lagi. Banyak ilmu baru yang saya dapat, terutama soal teknik menggoreng yang lebih hemat tapi hasilnya justru lebih bagus,” ujarnya.
Menurut Rani, penggunaan minyak padat yang diperkenalkan dalam pelatihan memberikan hasil yang lebih menarik dibandingkan minyak biasa. Selain itu, penggunaan bahan juga menjadi lebih efisien.
“Hasil gorengan lebih kering, tidak terlalu menyerap minyak, jadi lebih hemat. Warna juga lebih bagus, jadi lebih menarik untuk dijual,” tambahnya.
Peserta lainnya juga merasakan manfaat serupa, terutama dalam memahami cara memilih bahan yang tepat agar biaya produksi bisa ditekan tanpa mengurangi kualitas produk.
“Biasanya kami fokus ke rasa saja, tapi di sini diajarkan juga bagaimana supaya biaya tetap terkontrol. Jadi usaha bakal bisa lebih untung,” ungkap peserta itu.
Peserta berharap ilmu yang didapat dapat langsung diterapkan dalam usaha mereka sehari-hari. Mereka juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar pelaku usaha semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang semakin ketat.
Sementara itu, Manager CSR Apical, Sugiantoro, mengatakan pihaknya terus berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan berkelanjutan.
“Kami ingin pelaku usaha tidak hanya punya keterampilan memasak, tetapi juga memahami efisiensi bahan dan teknik produksi agar bisa meningkatkan kualitas sekaligus keuntungan usaha,” ujarnya.
(min/r/as)




