
JAKARTA, kabarSBI.com – Proyek kegiatan saluran lingkungan pemukiman padat penduduk RW 01 Kelurahan Warakas, Jakarta Utara, mendapat protes warga.
“Pemasangan beton saluran terlalu tinggi, harus bisa lebih turun lagi. Kalau nanti jalanya diuruk dan dicor jadi tinggi banget kasihan rumah warga yang rendah,” kata Iwan, warga sekitar.
Sugiyono, RT 05 RW 01 Warakas mengakui adanya protes warga yang menilai kegiatan pekerjaan terlalu tinggi.
“Ya memang terlalu tinggi, kasihan rumah warga yang rendah di RT 01 dan RT 02. Harusnya jangan terlalu tinggi,” kata Sugiarto, Selasa, 9/9/2025.
Ia berharap Pemerintah Kota Jakarta Utara atau instansi terkait pembangunan dapat menilai kondisi lingkungan masyarakat setempat.
“Kami ingin pekerjaan saluran ditempat kami tidak terlalu tinggi karena itu akan menyulitkan aktivitas warga. Kami juga ingin pekerja lapangan supaya hati – hati jangan sampai merusak pagar atau bangunan warga termasuk septiptank komunal yang bakal dilintasi galian saluran,” imbuhnya.
Hal senada dikatakan, Erni, Ketua RT 06/01 Warakas. Ia berharap pekerjaan saluran tidak menjadi hambatan aktivitas usaha warga.
“Kalau ditempat kami di RT 06 belum dikerjakan. Tapi saya mendengar ada pekerjaan di RT 05 yang berhenti sudah beberapa hari dan itu menjadi hambatan warga beraktivitas dan usaha dagangnya didepan rumah. Kasihan jadi tidak bisa jualan nasi uduk karena ada pekerjaan saluran,” ungkapnya.
Pantauan media ini dilokasi nampak uditch dengan ukuran 60x60x120cm telah tertanam disaluran RT 01 dan 02 RW 01 Warakas. Sejumlah pekerja membongkar saluran lama dengan bor tangan, melakukan galian dan lainnya.
Tidak nampak bedeng kerja dan papan proyek disekitar lokasi pekerjaan yang melintasi RT 01, 02, 03, 05, dan RT 06 RW 01 Kelurahan Warakas. Tidak nampak pula mandor, pengawas lapangan dan pihak rekanan perusahaan pelaksana pekerjaan. Belum diketahui unit teknis pemerintah kota Jakarta Utara yang bertanggungjawab dilokasi proyek.
(saimin/r/as)




