Warga PIK Swadaya Mandiri Atasi Sampah Lingkungan

Warga PIK Swadaya Mandiri Atasi Sampah Lingkungan 1
Warga, tokoh masyarakat, pengurus RT 15 RW 06 serta perwakilan Lurah Kapuk Muara tetapkan solusi mandiri atasi sampah lingkungan yang ditinggalkan pengelola kawasan PIK. (dok)

JAKARTA, kabarSBI.com – Keluhan warga terkait pengelolaan sampah mikro di RT 15 RW 06, Pantai Indah Kapuk (PIK), Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara, mulai menemukan solusi melalui kesepakatan warga dan pengurus lingkungan.

Pasca kenaikan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) Bulan April Lalu oleh pengembang PT Mandara Permai pihak yang selama ini menangani sampah lingkungan, dan ketidak hadiranya peran serta pelayanan pemerintah DKI Jakarta, warga mencari jalanya sendiri.

Jalan keluar itu, dibahas dalam rapat Paguyuban warga dan tokoh masyarakat RT 15/06 dihadiri pula Sekertaris Kelurahan Andry Tondang mewakili Lurah Kapuk Muara. Terbentuknya tim kebersihan mandiri untuk menangani sampah daun, ranting pohon, rumput penyapuan jalan guna mengatasi kebersihan lingkungan warga setempat.

Ketua RT 15 RW 06, Zakaria,B.Sc mengatakan warga sebelumnya menyampaikan keluhan lantaran sampah mikro tidak terangkut sebagaimana mestinya.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, pihaknya menggelar pertemuan bersama warga dan Paguyuban Tokoh Warga RT 15 untuk mencari solusi yang dapat diterapkan di lingkungan.

“Hasil pertemuan dengan warga, kami mendapatkan kesepakatan. Saya mengucapkan terima kasih kepada warga RT.15 Cluster Walet Elok yang begitu kompak dalam mengatasi masalah sampah mikro ini,” kata Zakaria, Kamis, 20/8/2026.

Menurutnya, persoalan sampah mikro mulai dirasakan warga setelah adanya kenaikan IPL. Ia menilai, kenaikan tersebut semestinya diikuti dengan peningkatan pelayanan pengangkutan sampah oleh pengembang.

“Seyogianya setelah kenaikan IPL, pengangkutan sampah ditingkatkan. Namun, yang terjadi justru pelayanan pengangkutan sampah malah menurun,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum adanya kenaikan IPL, pengangkutan sampah mikro maupun makro berjalan lebih baik. Namun, setelah kenaikan IPL, pengangkutan sampah mikro justru tidak lagi berjalan sebagaimana sebelumnya.

Melalui rapat tersebut, warga kemudian mendorong pembentukan tim kebersihan/sampah mandiri yang akan membantu menangani sampah daun, penyapuan jalan dan kebersihan lingkungan di kawasan Cluster Walet Elok.

Inisiatif tersebut diharapkan menjadi langkah bersama warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencari solusi atas persoalan pengelolaan sampah yang selama ini dikeluhkan. (min/r/as)

Kabar Terbaru