oleh

Progres Pembangunan Stadion JIS Capai 10 Persen, Dirut Jakpro Puas

Progres Pembangunan Stadion JIS Capai 10 Persen, Dirut Jakpro Puas 1
Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto. (dok/jak)

JAKARTA, kabarSBI.com – Pembangunan Stadion Jakarta International Stadium (JIS) yang berada di wilayah Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara saat ini terus meningkatkan aktivitasnya. Direktur Utama (Dirut) Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto mengaku puas dengan kinerja para kontraktor pembangunan Stadion JIS lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

“Jadi kalau di jadwal, akhir November itu harusnya progress pembangunan baru sampai 6,22%, tapi ini sudah 10,02%. Jadi ada deviasi lebih cepat 5% lebih. Ini bagus sekali,” ujar Dwi, Derektur Utama Jakpro seperti dikutip bisnis.com, Selasa, 17/12/2019.

Lebih lanjut dikabarkan, Pimpinan Proyek JIS dari Wika Gedung Tomo Dwihasputro W mengaku hal ini disebabkan supply material yang cepat dari saudara sesama anak perusahaan, yakni Wika Beton. Ditambah keputusan penambahan alat berat untuk proses pemancangan 8 pondasi kritis utama.

Hal ini demi mendukung pembangunan yang menurutnya merupakan proyek terbesar yang pernah di-handle Wika Gedung. Terlebih, JIS berpotensi memecahkan rekor sebagai proyek stadion dengan pengerjaan tercepat di dunia.

“Inilah yang membuat kita bisa heading. Padahal target 10% itu harusnya di akhir tahun, tapi kita berhasil melampaui itu. Sekarang, yang masih menghambat, ada satu jaringan utilitas, yaitu pipa gas di bawah salah satu pondasi kritis kita. Ini sudah melalui proses pembicaraan dengan berbagai pihak. Semoga relokasi pipa ini bisa cepat rampung, supaya kita tetap heading terus dari jadwal,” jelasnya kepada Bisnis.

Pembangunan Kawasan

Terakhir, seiring dengan pembangunan JIS, Dwi percaya Jakpro pun mampu mengoptimalkan kawasan sekitar JIS menjadi pusat ekonomi baru nantinya. Diwarnai beragam bangunan mixed use, seperti apartemen, hotel, atau lifestyle mall, sebagai Transit Oriented Development (TOD) yang pembangunannya akan dibuka untuk proses tender selanjutnya.

“Jadi selain mengawal KSO, memberdayakan masyarakat, dan mengolah business plan pengelolaan stadion, kita juga fokus mempersiapkan penataan kawasan ekonomi baru beriringan dengan JIS,” ungkap Dwi.

Oleh sebab itu, pihaknya akan berkomunikasi secara intens dengan berbagai pihak secara lintas sektoral terkait penataan kawasan JIS. Terutama, terkait penataan lokasi tempat tinggal SDM JIS di sekitar proyek dan ketersediaan sarana-prasarana transportasi massal.

Terlebih, ketersediaan fasilitas transportasi massal merupakan syarat dari federasi asosiasi sepak bola internasional (FIFA) agar JIS memenuhi standar sebagai stadion bertaraf internasional.

“Yang jelas, rencana dari kita sendiri adalah memperpanjang kereta LRT [Lintas Rel Terpadu] tahap II dari Kelapa Gading ke stadion. Sebetulnya dulu trasenya sudah ada dari Kemayoran Wisma Atlet ke Kelapa Gading. Jadi kita tinggal menambah izin trase dari Kemayoran ke stadion yang kurang lebih hanya 1,8 km,” tambah Dwi.

Jakpro pun tengah menyusun konsep fasilitas transportasi massal di JIS dengan berdiskusi bersama saudara sesama BUMD di sektor transportasi, Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, serta PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Menurut catatan Bisnis, dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta T.A 2020, pembangunan kawasan JIS memang tengah dipersiapkan lewat penyertaan modal daerah (PMD) kepada Jakpro.

Anggaran pembangunan JIS dikucurkan secara bertahap, yakni Rp900 miliar tahun anggaran 2019, Rp2,18 triliun pada 2020, dan Rp1,46 triliun pada 2021.

Sementara anggaran pembangunan LRT fase 2A rute Kelapa Gading-JIS akan menelan biaya Rp7,11 triliun untuk prasarana dan Rp1,2 triliun untuk pembangunan sarana, yang juga akan keluar secara bertahap mulai 2020-2022. ((bis/r/as)

Kabar Terbaru