oleh

Instuksi Mendagri Nomor 53/2021 Pangandaran Status PPKM Level 1, Bupati: Bukti Kami Kerja Keras, Tetapi Kegiatan Vaksinasi Terus Berjalan 

-Daerah, Headline-661 Dilihat
Instuksi Mendagri Nomor 53/2021 Pangandaran Status PPKM Level 1, Bupati: Bukti Kami Kerja Keras, Tetapi Kegiatan Vaksinasi Terus Berjalan  1
Bupati Pangandaran H.Jeje Wiradinata.

PANGANDARAN, kabarSBI.com – Kabupaten Pangandaran dinyatakan dalam level 1 PPKM COVID-19. Hal itu tertuang dalam instruksi Mendagri Nomor 53 tahun 2021 Tentang Pemberlakuan PPKM COVID-19 wilayah Jawa dan Bali, tertanggal 18 Oktober 2021.

Pangandaran dianggap sudah memenuhi target indikator-indikator penanganan COVID-19 termasuk capaian vaksinasi.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengapresiasi pencapaian Kabupaten Pangandaran menjadi level 1 PPKM. Menurutnya setidaknya hal itu menjadi bukti bahwa target-target penanggulangan COVID-19 bisa dicapai oleh Pangandaran.

Namun bagi Jeje, hal terpenting saat ini untuk selalu menjaga pola hidup dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, “Yang paling penting itu bagaimana masyarakat Pangandaran mampu menerapkan prokes dan hidup berdampingan dengan COVID-19. Masyarakat harus tetap waspada,” kata Jeje, Selasa (19/10/2021).

Selain kesadaran penerapan Prokes yang harus tetap terjaga, Jeje juga mengatakan yang tak kalah penting adalah terwujudnya imunitas komunal atau herd immunity di masyarakat.

Kemudian langkah tegas Jeje, ialah tetap mengawal pelaksanaan vaksinasi, “Vaksinasi jalan terus. Kalau sekarang 70 persen se Kabupaten, target kita selanjutnya adalah 70 persen di tingkat desa bahkan tingkat RT. Jadi kita break down, dalam skala yang lebih kecil. Kalau dilihat se Kabupaten memang sudah bagus, tapi ada beberapa wilayah desa atau dusun yang tingkat vaksinasinya masih rendah,” Tegas Jeje.

Lebih jauh lagi “Testing juga kita terus lakukan, agar kondisi yang sudah bagus ini bisa terus terjaga. Kita dtargetkan testing sebanyak 58 orang per hari, tapi kita sudah bisa melampaui target tersebut. Dalam sehari kami justru menargetkan 200 orang untuk menjalani testing,” Jelas Jeje.

Menurut Jeje “Testing dilakukan untuk beberapa kalangan atau aktivitas yang dianggap rawan penularan, seperti sekolah, pasar dan aktivitas pariwisata” Pungkasnya.

(man/r/as)

Kabar Terbaru