Agung Sulistio: “Jangan Rusak Hidupmu dengan Pikiranmu Sendiri!” Stop cemas berlebihan

Agung Sulistio: “Jangan Rusak Hidupmu dengan Pikiranmu Sendiri!” Stop cemas berlebihan 1JAKARTA, kabarSBI.com – Pimpinan Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (Kabarsbi.com), Agung Sulistio, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT) serta Ketua II DPP Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI), kembali menyampaikan pesan tajam kepada masyarakat mengenai bahaya overthinking. Dalam pernyataannya, Agung mengingatkan bahwa sebagian besar kekhawatiran manusia bukan berasal dari beratnya masalah, tetapi dari pikiran berlebihan yang terus-menerus diperbesar oleh diri sendiri. Ia menegaskan bahwa kecemasan seperti itu dapat menjadi beban mental yang jauh lebih berat daripada persoalan yang sebenarnya sedang dihadapi.

Agung menggunakan analogi kuat untuk menggambarkan dampak overthinking, yaitu sepotong besi yang rusak bukan karena tekanan luar, melainkan karena karat dari dalam. Menurutnya, demikian pula manusia: sering kali yang menghancurkan bukanlah masalah, melainkan pikiran negatif yang dibiarkan meracuni diri sendiri. Ia menegaskan bahwa pola pikir seperti itu dapat merusak ketenangan hidup dan menjauhkan seseorang dari produktivitas.

Sebagai pemimpin di berbagai organisasi media dan lembaga perlindungan konsumen, Agung menyoroti pentingnya ketenangan mental dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Ia mengajak masyarakat untuk lebih percaya pada proses hidup yang telah “ditulis oleh penulis skenario terbaik”, sebuah ungkapan yang menggambarkan bahwa seseorang tidak perlu hidup dalam rasa takut berlebih terhadap hal-hal yang belum tentu terjadi. Menurut Agung, kepercayaan terhadap takdir dan proses menjadi fondasi penting bagi keteguhan mental.

Selain itu, Agung juga mendorong agar masyarakat belajar mengambil jeda ketika pikiran mulai penuh. Ia menilai bahwa langkah sederhana seperti bernapas dengan teratur, menenangkan diri, atau mengalihkan perhatian ke hal-hal positif dapat meredam kecemasan. Kebiasaan kecil ini, katanya, mampu mengembalikan kejernihan berpikir dan mencegah seseorang terperangkap dalam spiral overthinking.

Mengakhiri pesannya, Agung Sulistio menekankan bahwa kendali atas pikiran merupakan salah satu bentuk kekuatan diri yang paling penting. Ia mengingatkan bahwa hidup akan terasa lebih ringan ketika seseorang berhenti menakuti dirinya sendiri dengan skenario buruk yang belum tentu terjadi. Dengan meninggalkan kebiasaan overthinking, Agung percaya bahwa masyarakat dapat menjalani hidup dengan lebih damai, fokus, dan penuh keyakinan menghadapi masa depan.

 

(red)