BANJAR, kabarSBI.com – Pembangunan Gerai KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) di Kota Banjar resmi dimulai. Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Danramil 1318 Langensari, Mayor Inf. Evi Mulyana, yang didampingi Babinsa Serka Sugianto, bertempat di wilayah Kelurahan Pataruman, Kamis (18/12/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Camat Pataruman Zenal Arifin, S.STP., M.Si, Lurah Pataruman Jaja, S.IP, serta unsur pendamping dan tokoh terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Pataruman Zenal Arifin menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan Gerai KDKMP. Ia berharap program ini dapat menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lain di Kota Banjar.
“Kami berharap pembangunan di wilayah Pataruman dapat menjadi role model bagi desa dan kelurahan lain di Kota Banjar, agar seluruh program berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan harapan kita bersama. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan koperasi dan pengelolaan dana masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pendamping Nina Hermawati Irawan, M.Pd dari Business Assistant Kementerian Koperasi menjelaskan bahwa pelaksanaan KDKMP di Kota Banjar dijalankan oleh Sinta Rosita, yang mendapat mandat SPK dari PT Agrinas, perusahaan yang telah menjalin kerja sama (MoU) dengan Kodam III/Siliwangi.
Menurutnya, target pembangunan Gerai KDKMP di Kota Banjar mencakup sekitar 25 titik desa dan kelurahan. Namun hingga saat ini, baru dua titik yang masuk ke dalam portal pelaksanaan akibat keterbatasan lahan.
“Harapannya, setelah pembangunan tahap pertama selesai pada Maret 2026, akan ada regulasi terbaru terkait penyesuaian luasan lahan di bawah 1.000 meter persegi. Saat ini, pemutakhiran data di SIMKOPDES KDKMP sudah terinput untuk 25 desa dan kelurahan sesuai dengan luasan lahan yang dimiliki,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Kelurahan Pataruman dan Purwaharja berpotensi menjadi pilot project pembangunan KDKMP di Kota Banjar.
“Gerai KDKMP ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi harapan baru bagi desentralisasi ekonomi, kemandirian desa, serta peningkatan akses jual beli produk lokal. Kami berharap dukungan penuh dari seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kota Banjar,” pungkasnya.
(bono/red)




