Di Balik Cangkul dan Amanah: Kang Rasidin, Figur Teladan Bagi Generasi Desa

Di Balik Cangkul dan Amanah: Kang Rasidin, Figur Teladan Bagi Generasi Desa 1BREBES, kabarSBI.com – Sosok Kang Rasidin kembali menunjukkan keteladanan yang tidak hanya terlihat dari tugasnya sebagai Kepala Biro Sahabat Bhayangkara Indonesia (Kabarsbi.com) wilayah Brebes, tetapi juga dari kesederhanaan hidup yang ia jalani. Di tengah padatnya aktivitas sebagai penggiat kontrol sosial, ia tetap meluangkan waktu untuk turun langsung mengolah tanah di kawasan pedesaan sebuah kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari dirinya sejak kecil, Pada Minggu, 11 Januari 2026.

 

Kang Rasidin memang dikenal sebagai figur yang tidak mudah terjebak dalam pencitraan. Ketika banyak orang mengukur kesuksesan dari pakaian rapi dan ruangan ber-AC, ia justru memilih kembali ke ladang, memegang cangkul, dan merawat lingkungan tempat ia tumbuh. Bagi dirinya, bercocok tanam bukan sekadar hobi, tetapi pelajaran hidup tentang kerja keras, kejujuran, dan keteguhan nilai.

 

Dalam menjalankan tugas jurnalistik dan kontrol sosial, Kang Rasidin selalu menempatkan integritas sebagai prinsip utama. Sikap tegas dan objektifnya telah memberi warna baru dalam penyampaian informasi publik, khususnya di wilayah Brebes. Ia selalu hadir sebagai pengingat bahwa kontrol sosial bukan hanya tentang mengkritik, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan antara keberanian bersuara dan kedewasaan sikap.

 

Tak heran jika ia menjadi panutan bagi banyak anak muda di desanya. Kang Rasidin senantiasa mengajarkan bahwa teknologi dan perkembangan zaman boleh maju, tetapi manusia tetap harus memiliki akar. Akar itu adalah karakter, kerja keras, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dari ladang yang ia garap, generasi muda belajar bahwa keteladanan lahir dari tindakan, bukan sekadar ucapan.

 

Kang Rasidin lahir dan besar di Desa Bantar Panjang, Kabupaten Kuningan, sebuah wilayah yang dekat dengan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Lingkungan pedesaan yang sarat nilai kebersamaan dan etos kerja tinggi inilah yang membentuk kepribadiannya menjadi sosok yang rendah hati namun penuh ketegasan. Nilai-nilai itu ia bawa hingga kini dalam setiap amanah yang ia emban.

 

Kisah hidup Kang Rasidin menunjukkan bahwa seseorang tidak harus memilih antara dunia modern dan tradisi. Ia membuktikan bahwa seorang pemimpin tetap bisa membumi, memahami rakyatnya, dan turun langsung bekerja sebagaimana masyarakat pada umumnya. Di balik cangkul yang diayunkannya, tersimpan pesan bahwa pengabdian sejati selalu dimulai dari ketulusan. Dan itulah yang membuat Kang Rasidin layak disebut figur teladan bagi generasi desa.

(dang/red)