KUNINGAN, kabarSBI.com – Sebuah video yang memperlihatkan perkelahian sejumlah anak yang diduga siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, beredar luas di media sosial dan memicu perhatian masyarakat, 7 Maret 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anak-anak yang terlibat dalam peristiwa tersebut diduga merupakan siswa dari SDN 1 Cikeleng dan SDN 2 Cikeleng. Dalam video yang beredar terlihat beberapa siswa saling berkelahi layaknya pertarungan, sementara anak-anak lainnya menyaksikan kejadian tersebut. Bahkan, peristiwa itu diduga sengaja direkam oleh seseorang hingga akhirnya tersebar di media sosial.
Beredarnya video tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya para orang tua. Perilaku kekerasan di kalangan siswa sekolah dasar dinilai sangat memprihatinkan karena tidak mencerminkan nilai pendidikan dan pembentukan karakter yang seharusnya ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah.
Menanggapi peristiwa tersebut, Agung Sulistio, selaku Pimpinan Redaksi Kabarsbi.com sekaligus Ketua Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT), menyoroti serius kejadian tersebut dan meminta pihak sekolah segera mengambil langkah tegas.
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap peserta didik agar tidak terjadi perilaku menyimpang di lingkungan pendidikan.
“Sekolah harus segera melakukan klarifikasi serta pembinaan kepada siswa yang terlibat. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap tindakan kekerasan di lingkungan sekolah. Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter,” ujar Agung Sulistio.
Ia juga menilai bahwa pengawasan terhadap aktivitas siswa perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Selain itu, Agung menyoroti penyebaran video perkelahian tersebut di media sosial yang dinilai dapat berdampak buruk terhadap perkembangan anak-anak.
“Perekaman dan penyebaran video kekerasan seperti ini harus menjadi perhatian bersama. Anak-anak perlu diberikan pemahaman tentang penggunaan media sosial secara bijak agar tidak menjadikan kekerasan sebagai tontonan atau bahkan hiburan,” tambahnya.
Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah, khususnya SDN 1 Cikeleng dan SDN 2 Cikeleng, untuk meningkatkan pengawasan serta memperkuat pendidikan karakter kepada para siswa.
Masyarakat berharap pihak sekolah bersama orang tua dapat segera mengambil langkah pembinaan yang serius agar kejadian serupa tidak terulang dan lingkungan pendidikan tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, serta mendidik bagi perkembangan anak-anak.
(red)





