oleh

Labkesda Pangandaran Buka Layanan 24 Jam dan Pemeriksaan Covid-19 Gratis

Labkesda Pangandaran Buka Layanan 24 Jam dan Pemeriksaan Covid-19 Gratis 1
Petugas Labkesda Kabupaten Pangandaran saat memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

PANGANDARAN, kabarSBI.com  –Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Pangandaran membuka layanan kesehatan selama 24 jam dan pemeriksaan Covid-19 secara Gratis.’

Demikian dalam keterangan tertulis Kepala UPTD Labkesda Kabupaten Pangandaran, Aang Syaefurahmat, Jumat, 12 Juni 2020. Lebih lanjut, kata dia, pihaknya dimasa penanggulangan Covid-19, melakukan pelayanan yang mengacu pada keputusan Bupati Pangandaran sejak Selasa (02/06/2020) isolasi khusus bagi pemudik sudah ditiadakan.

Maka dengan ditiadakannya isolasi khusus pemudik, UPTD Labkesda akan membuka pelayanan 24 jam khususnya rapid test atau sampling swab nasofaring dan orofaring bagi pemudik yang baru datang.

“Setelah disampling swab nasofaring dan orofaring pemudik tersebut akan dibekali surat keterangan,” tambahnya.

Surat keterangan yang dikeluarkan oleh Labkesda kemudian diperlihatkan oleh yang bersangkutan ke petugas Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19.

“Pemudik tersebut wajib menjalankan isolasi mandiri di rumahnya sampai hasil pemeriksaan keluar,” terang Aang.

Aang pun menjelaskan, upaya tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya penularan Covid-19 pemudik. Menurutnya laboratorium merupakan salah satu bidang yang tidak terpisahkan dalam penanggulangan Covid-19.

UPTD Labkesda Kabupaten Pangandaran senantiasa bergerak dinamis. Baik dari segi pelayanan maupun strategi pelaksanaan tugasnya disesuaikan dengan situasi, science di dunia Laboratorium dan kebijakan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Derah.

“Pada awal penanggulangn Covid-19 di Kabupaten Pangandaran UPTD Labkesda atas intruksi Dinas Kesehatan menyelenggarakan rapid test Covid-19 massal,” paparnya.

Upaya tersebut sebagai skrinning awal yang secara teknis dibantu pihak Puskesmas. Melihat kondisi dan ketersediaan logistik kemudian bergeser menjadi sweeping kelompok usia beresiko bagi warga yang diisolasi khusus menggunakan metode sampling swab pemeriksaan PCR.

“Setelah ditemukan kasus hasil konfirmasi positif dari kegiatan sweeping, maka strategipun berubah dengan cara semua pemudik yang diisolasi mandiri dilakukan sampling swab untuk diperiksa PCR,” sambungnya. (rahman/r/as)

Kabar Terbaru