Pengelola RPTRA Kalijodo Minta Media Obyektif

Headline, Metropolitan2118 Dilihat
Pengelola RPTRA Kalijodo Minta Media Obyektif 1
Daenk Jamal (kanan) bersama Agung Sulistio. (dok)

JAKARTA, kabarSBI.com – Jamaluddin akrap disapa Daenk Jamal menyesalkan berita miring yang dimuat media online di Jakarta yang memojokan pihaknya selaku pengelola.

Dalam suatu kesempatan di salahsatu ruang RTH kalijodo penjaringan, Jakarta Utara, Daenk Jamal mengaku dirugikan adanya berita dugem dan peredaran miras di RPTRA Kalijodo.

“Pemberitaan wartawan melalui media online itu tidak melihat kondisi lokasi yang sebenarnya. Seharusnya beritakan yang obyektif, bukan padangan pribadinya saja. Apalagi media harus dapat membedakan musik dangdutan dengan musik dugem.Jadi jangan sembarang simpulkan yang negatif pada kami sebagai pengelola,” tandas Jamal, Minggu, 4/11/2018.

Mungkin, kata daenk Jamal, Mereka (media) menganggap para pengunjung RPTRA-RTH Kalijodo menjadi lahan untuk bisnis.

“Padahal kami tidak memungut biaya dari para pengunjung. Justru kami menyiapkan tim Bintang Timur untuk menjaga RTH kalijodo. Dan mereka 100% tidak dibayar oleh pemda. Mereka bertugas sukarela yang tidak dibayar oleh pemda dan yang menanggu beban keluarga mereka itu saya,” jelasnya.

Jamal bertekad membuat para pengunjung RTH Kalijodo merasa nyaman dan terhibur dengan berbagai fasilitas dan hiburan dangdut yang disediakan.

“Saya membiayai pengelolaan ini dan peduli sama para petugas kami. Saya berharap media dalam pemberitaan mendapat fakta yang jelas dan pada yang berkompeten sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” imbuhnya.

Saat ditanyakan soal pengunjung membawa barang haram seperti Narkoba dan miras, dirinya merasa kaget.

“Yang berkunjung kesini (RPTRA Kalijodo) itu ribuan bukan puluhan lagi dari usia anak -anak sampai lansia. Kami tetap melakukan pengaman mulai pengunjung masuk sampai di area kalijodo tapi kami bukan seperti polisi atau petugas bandara yang mengecek pengunjung dengan ketat. Ini ruang publik semua orang tidak dilarang masuk kesini,” ucapnya.

“Jadi bukan kami yang menyiapkan miras, dan itu tidak mungkin. Justru kalau ketahuan dengan petugas kami, kami musnahkan. Termasuk bila ada pengunjung kedapatan gunakan narkoba pasti kami proses,” terang Jamal.

Ia menegaskan pihak media yang memberitakan miring RPTRA Kalijodo dapat membuktikan dan bertanggungjawab atas pemberitaanya.

“Saya berharap wartawan terkait datang untuk mengklarifikasi beritanya itu. Datang baik-baik ke kami dan kami siap buktikan yang sebenarnya. Jika mereka tidak mau, ya sudah kami tidak memaksa. Namun kami juga sebagai pengelola tidak mau disudutkan pada hal yang negatif. Bagi kami Jakarta itu tempat yang sempit,” pungkasnya.

Ikhsan Rauf Sekretaris Jenderal Garda menambahkan pihaknya siap berdialog untuk kalrifikasi sebenarnya.

“Beliau menerima dengan hati terbuka. Kami juga dari tim garda akan mengambil langkah lebih lanjut. Mereka harus melihat yang sebenarnya seperti apa kalijodo zaman now,” timpal dia.

“Kami tidak pernah mengganggu pihak manapun. Tapi jika kami terus diganggu siap-siap saja hadiah kejutan dari kami,” lanjut Daenk Jamal, berseloroh .

Sementara itu, Mita, 17, salah satu pengunjung dari Kedoya, Jakarta Barat mengaku RTH Kalijodo merupakan ikon taman di Jakarta yang memang bagus.

“Selain idola keluarga untuk dikunjungi banyak juga hiburan yang sangat buat happy. Tempatnya nyaman dan aman. Kalau kekuranganya menurut saya mungkin penerang di setiap titik, agar di tambah supaya lebih terang lagi,” katanya.

Bunga Putri, 19, pengunjung lainnya, mengaku datang jauh jauh untuk menikmati hiburan yang ada di RTH Kalijodo.

“Bisa berjoget bersama-sama menikmati hiburan yang disiapkan pengelola. Menurut saya kalau musik dangdutan itu sebatas hiburan saja, tidak seperti musik dugem yang kesanya gemerlap gimana gitu,” ucap dara manis asal Cianjur, Jawa Barat itu. (majid/r/as)